Tercatat 564 Saluran TV Digital di Indonesia, 500 Sudah Siaran
:
0
EmitenNews.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat saat ini setidaknya sudah terdapat sebanyak 564 siaran TV digital di Indonesia.
"Program siaran atau siaran TV analog jumlahnya ada 695 siaran TV analog. Nah, yang sudah digital itu 564 ya," ujar Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Infomatika (Ditjen PPPI), Kementerian Komunikasi Geryantika Kurnia dalam webinar, Senin (23/1) malam.
Gery menjelaskan sebanyak 500 diantaranya telah siaran secara full digital, sedangkan 64 lainnya melakukan siaran TV digital secara simulcast. Adapun simulcast adalah proses penyiaran TV digital tanpa mengakhiri siaran TV analog.
Dengan demikian, kata Gery, hanya tersisa sedikit siaran TV yang masih dilakukan secara analog. Siaran tersebut umumnya adalah siaran TV lokal, komunitas, dan milik pemerintah daerah.
"Tapi intinya mereka tidak ada isu juga untuk pindah ke digital. Dari hasil identifikasi, mereka akan pindah siaran TV digital, cuma masih menunggu kapan analog switch off-nya," ucap Gery.
Lebih lanjut, Gery mengatakan bahwa analog switch off di seluruh Indonesia bisa dilakukan lebih cepat asalkan distribusi set top box untuk keluarga miskin bisa segera rampung.
Diketahui, sebanyak 5,6 juta rumah tangga miskin di Indonesia akan mendapatkan bantuan set top box gratis.
Sebanyak 1,3 juta set top box akan dibagikan oleh pemerintah, sedangkan 4,3 juta lainnya akan didistribusikan oleh lembaga penyiaran yang menjadi penyelenggara multipleksing siaran digital.
Saat ini, pemerintah telah menyalurkan sekitar 1,2 juta set top box untuk keluarga miskin, sementara penyelenggara penyelenggara multipleksing baru membagikan sekitar 300 ribu set top box. (*)
Related News
Harga Emas Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed
Buntut Blackout, Pemerintah Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk PLN
Nilai Saham SpaceX Jatuh di Bawah Harga Saat IPO
Pembicaraan AS-Iran Berlanjut, Harga Minyak Kembali Stabil
Pelaku e-Commerce Wajib Miliki NIB, Mendag Jamin Bukan Untuk Pajak
Lebih Lirik Panda Bond daripada Dollar AS, Purbaya Ungkap Alasannya





