Terseret Wall Street, IHSG Lanjut Koreksi
:
0
Seseroang tengah melintas di depan layar dengan tampilan pergerakan saham Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu kembali ditutup melemah signifikan. Itu dipicu kelanjutan aksi jual investor terhadap saham teknologi berkapitalisasi besar. Para pemodal kemudian beralih ke saham-saham lebih diuntungkan kebijakan pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed.
Sebagaimana diketahui berdasar data fedwatch tool, saat ini probabilitas pemangkasan suku bunga acuan pada September 2024 nanti sudah mendekati angka seratus persen. Hampir pasti pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) pada September 2024 mendatang diprediksi akan menjadi sentimen positif pasar.
Sementara itu, koreksi lanjutan Wall Street, dan mayoritas harga komoditas berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.250-7.205, dan resistance 7.340-7.385.
Merujuk data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Jasa Marga (JSMR), Bank BNI (BBNI), Bank BCA (BBCA), Barito Energy (BREN), Amman Mineral (AMMN), dan Kalbe Farma (KLBF). (*)
Related News
Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan
JELI Masuk Top Losers Sepekan Lagi, Intip Daftar Lengkapnya!
Jajaran Top Gainers Sepekan, Intip Apa Saja
Tersapu Angin, IHSG Rontok 1,43 Persen dalam Sepekan
IHSG Akhir Pekan Merosot ke 6.541, Big Banks Kompak Anjlok
Perkuat Hilirisasi, Entitas Arsari Group Gandeng Asahi Solder





