EmitenNews.com - Jalankan strategi ciptakan nilai tambah, PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk. (SBMA) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui pengembangan proyek keberlanjutan (sustainability). 

Hingga akhir Juli 2026, progres pembangunan pabrik paving block yang berlokasi di Jalan Mulawarman, Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur telah mencapai 58%, meningkat dibandingkan capaian pada Triwulan I 2026.

Dalam keterangannya seperti dikutip Jumat (31/7/2026), Direktur Utama PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk, Rini Dwiyanti, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas tersebut bagian dari strategi transformasi Perseroan untuk menciptakan nilai tambah. Itu dijalankan melalui pemanfaatan sisa hasil proses produksi (waste valorization) menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. 

Inisiatif tersebut mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular (circular economy) sekaligus menjadi salah satu langkah nyata meningkatkan Perseroan efisiensi dalam penggunaan sumber daya dan mengurangi limbah industri.

Keandalan teknologi yang akan digunakan juga didukung oleh hasil uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), yang menunjukkan bahwa material hasil olahan memenuhi parameter yang dipersyaratkan. Dengan begitu memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan produk paving block yang aman dan ramah lingkungan.

Menurut Rini Dwiyanti, proyek tersebut merupakan bagian dari transformasi bisnis Perseroan menuju model usaha yang lebih berkelanjutan. Pihaknya memandang keberlanjutan bukan hanya sebagai tanggung jawab lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan nilai ekonomi baru. 

“Pembangunan pabrik paving block salah satu implementasi strategi tersebut, yaitu mengoptimalkan pemanfaatan sisa hasil produksi menjadi produk bernilai tambah yang mendukung pertumbuhan Perseroan dalam jangka panjang," ujar Rini Dwiyanti.

Sepanjang Semester I 2026, Perseroan masih menghadapi tantangan pada kondisi pasar dan operasional yang memberikan tekanan terhadap kinerja keuangan. Namun demikian, Perseroan tetap menjalankan agenda investasi strategis yang telah direncanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental bisnis serta menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.

Masih kata Rini, pembangunan pabrik terus berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan dengan fokus pada penyelesaian bangunan utama, instalasi mesin produksi, dan infrastruktur pendukung. Perseroan optimistis proyek tersebut dapat memberikan kontribusi positif terhadap diversifikasi usaha, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan daya saing Perseroan dalam jangka panjang. ***