Terus Kurangi Porsi, Sang Dirut Kini Hanya Kuasai 14,29% Saham PPRI
:
0
Ilustrasi produk PT Paperocks Indonesia Tbk. (PPRI). Dok. SWA.
EmitenNews.com - Direktur utama PT Paperocks Indonesia Tbk. (PPRI), Irsyad Hanif mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada 9 dan 10 September 2026. Dengan transaksi itu, sang dirut kini hanya menguasai 14,29 persen saham emiten industri wadah kertas, dan distribusi kemasan makanan dan minuman ramah lingkungan itu.
Dalam keterangan tertulisnya Selasa (15/9/2026), Manajemen PPRI menuturkan bahwa Irsyad telah menjual sebanyak 4.518.800 lembar saham di harga Rp196 per saham dan sebanyak 1.814.100 lembar saham di harga Rp194 per saham.
"Tujuan dari transaksi adalah untuk Divestasi dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.
Setelah transaksi maka kepemilikan saham Irsyad Hanif di PPRI menjadi 153,5 juta lembar saham setara dengan 14,29% dibandingkan sebelumnya sebanyak 159,9 juta lembar saham setara dengan 14,88%.
Pada tanggal 4 September, dan 7-8 September 2026, manajemen PPRI dalam keterangan tertulisnya Selasa (8/9/2026) menuturkan bahwa Irsyad juga menjual sebanyak 14.885.000 lembar saham senilai Rp2,77 miliar.
Pascatransaksi kepemilikan saham Irsyad Hanif di PPRI menjadi 159,9 juta lembar saham setara dengan 14,88% dibandingkan sebelumnya sebanyak 174,8 juta lembar saham setara dengan 16,26%.
Sementara itu, pada 9 September 2026, Komisaris PT Paperocks Indonesia Tbk. (PPRI), Budi Aditya Erna Mulyanto telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya.
Manajemen PPRI dalam keterangan tertulisnya Selasa (8/9/2026) menuturkan bahwa Budi telah menjual sebanyak 10.000.000 lembar saham di harga Rp197 per saham.
Setelah transaksi tersebut kepemilikan saham Budi Aditya di PPRI menjadi 137,1 juta lembar saham setara dengan 12,76% dibandingkan sebelumnya sebanyak 147,1 juta lembar saham setara dengan 13,69%. ***
Related News
Bangun Museum Majapahit Rp145M, PTPP Ikut Lestarikan Warisan Budaya
Ambil Alih 3 Entitas, Maybank (BNII) jadi Grup Keuangan Terintegrasi
Presdir Terjaring OTT KPK, Saham Summarecon Agung (SMRA) Tertekan
Bayar Utang, Putra Dato Tahir Jual 523 Juta Saham Bank Mayapada (MAYA)
Kolaborasi Chandra Asri-BMRI, Hadirkan Solusi Keuangan Terintegrasi
WBSA Mau Beli Kapal, Bank OCBC Kasih Suntikan Dana Rp75 Miliar





