Tiga Saham Dikunci BEI, Ini Perkiraan Pembukaannya
Ilustrasi suspensi yang diakibatkan oleh kenaikan harga secara agresif.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) terhadap tiga saham yakni, PT Planet Properindo Jaya Tbk. (PLAN), PT Indal Aluminium Industry Tbk. (INAI), dan PT Langgeng Makmur Industri Tbk. (LMPI).
Suspensi terhadap saham PLAN, INAI, dan LMPI diperkirakan sebagai suspensi pertama dan akan dihentikan perdagangannya hingga satu hari lamanya diestimasikan, dan dijadwalkan kembali diperdagangkan normal pada sesi berikutnya.
Saham PLAN tercatat dalam sepekan terakhir, harga saham PLAN telah menguat 43,24 persen ke level Rp106 per saham. Secara bulanan, berlanjut melesat 130,43 persen, sementara dalam pergerakan terakhir saham ini melonjak setinggi 135,56 persen dibandingkan harga sebelumnya di Rp45 per saham.
Selanjutnya, saham INAI juga mencatatkan penguatan sepekan terakhir, Ia naik 16,80 persen ke level Rp292 per saham. Dalam satu bulan, saham INAI berlanjut menguat 94,67 persen, sementara dalam triwulan terakhir tercatat melonjak 92,11 persen dari harga sebelumnya Rp152 per saham.
Adapun, saham LMPI terpantau terkunci di level Rp314 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham ini telah melejit 106,58 persen. Secara bulanan, kenaikan harga mencapai 129,20 persen, sedangkan dalam tiga bulan terakhir LMPI berada dalam penguatan 116,55 persen dibandingkan harga sebelumnya di Rp145 per saham.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menyampaikan bahwa suspensi dilakukan sebagai langkah perlindungan investor agar memiliki waktu yang memadai dalam mencermati informasi yang tersedia, sekaligus meredam dan menjaga perdagangan efek tetap teratur, wajar, dan efisien. (*)
Related News
Perkuat Ekosistem Digital, Surge (WIFI) Gandeng PT Pos Indonesia
Jadi Mitra PBSI, BNI Perkuat Langkah Atlet Pelatnas di Panggung Dunia
Komut BATR Hibahkan Saham Rp46,94 Miliar
Dapat Angin Segar, RMKE Berpotensi ke Rp13.100
Harga Diskon, Pengendali FAPA Gulung Saham Rp1,03 Triliun
Saham Melangit 5.078 Persen, Ini Penjelasan RLCO





