Tim DURIKO Mahasiswa Unsri Bawa Limbah Durian jadi Inovasi Nasional
:
0
Tim mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang yang menamakan diri Tim DURIKO bernyali di tingkat nasional. Melalui inovasi material bangunan ramah lingkungan, mereka sukses menembus pendanaan bergengsi Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026. Dok. Prabumulih Pos.
EmitenNews.com - Taji mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang bernyali di tingkat nasional. Melalui inovasi material bangunan ramah lingkungan, tim yang menamakan diri DURIKO sukses menembus pendanaan bergengsi Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026.
Mahasiswa Unsri kembali menunjukkan prestasi melalui ajang yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Untuk sampai pada tahap itu, tim DURIKO harus bersaing ketat menyingkirkan lebih dari 25.253 proposal dari seluruh kampus di Indonesia. Mereka akhirnya terpilih menjadi salah satu dari 1.321 tim luar biasa yang berhak mendapat pendanaan nasional.
Keberhasilan mereka, diawali gagasan cemerlang yang tidak lahir secara instan, melainkan dari kepekaan dalam melihat persoalan lingkungan di sekitar. Sektor pembangunan saat ini masih sangat bergantung pada kayu hutan yang berujung pada ancaman deforestasi.
Di sisi lain, bahan pembuat papan kayu buatan di pasaran mayoritas masih menggunakan lem kimia berbasis minyak bumi yang meninggalkan jejak karbon tinggi. Tantangan ini semakin nyata dengan melimpahnya sampah organik di Indonesia: kulit durian sisa musim panen seringkali berakhir begitu saja di tempat pembuangan sampah, dan memperburuk emisi gas rumah kaca.
Dengan adanya rentetan masalah di depan mata tersebut, tim DURIKO menemukan jalan keluar yang inovatif dengan memanfaatkan limbah kulit durian. Melalui proses pemanasan khusus, mereka berhasil mengekstrak minyak alami dari kulit durian untuk disulap menjadi bahan perekat papan yang jauh lebih aman dan ramah lingkungan. Agar papan bangunan yang dihasilkan semakin kokoh dan tangguh, perekat alami tersebut dikombinasikan dengan serbuk tempurung kelapa sebagai penguatnya. Hasil akhirnya adalah sebuah papan komposit masa depan yang tidak hanya kuat, tetapi juga tahan terhadap air. Juga sekaligus menjawab kelemahan papan buatan konvensional di pasaran yang biasanya mudah lapuk dan hancur di tempat lembab.
Mari berkenalan dengan anak-anak muda, di balik inovasi keren ini. Ada kolaborasi solid dari lima mahasiswa lintas jurusan di Fakultas Teknik Unsri. Tim ini diketuai oleh Muhammad Farhan dari Teknik Kimia, bersama empat rekannya yang brilian, yaitu Aisyah Putri Cahyani dan Rotua Della Natania Br. Napitupulu dari Teknik Kimia, Muhammad Alif Taufiqurrahman Husni dari Teknik Mesin, serta Faturrahman Dwi Adhisatrio dari Teknik Sipil.
Langkah inovatif mereka juga didampingi secara intensif oleh Ir. Bazlina Dawami Afrah, S.T., M.T., M.Eng., IPM., dosen pembimbing dari Teknik Kimia Unsri yang memiliki keahlian mendalam di bidang konversi biomassa.
Selama empat bulan ke depan, tim DURIKO akan menyempurnakan inovasi ini di Laboratorium Fakultas Teknik Unsri. Lebih dari sekadar mengejar prestasi akademik maupun target publikasi ilmiah, mereka membawa misi nyata untuk bumi: mengurangi sampah biomassa, menekan emisi karbon, dan mengurangi ketergantungan pada kayu hutan.
Bagi masyarakat yang ingin melihat bagaimana kulit durian bertransformasi menjadi papan konstruksi modern, seluruh perjalanan riset mereka dapat diikuti langsung melalui akun Instagram dan TikTok di @durikoteam. ***
Related News
Model Serba EV Mercedes Melonjak, Total Penjualan Turun
Tenun Sumba Mendunia Lewat Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza
Salah Satu EV Terlaris di Indonesia Masuk Eropa dengan Nama Geely E2
Penjualan Mobil Honda Turun 44,5 Persen
Calon Konsumen EV Masih Ketakutan Ganti Baterai, Ini Faktanya
Chupacabras, Tradisi Panggangan Amerika Selatan di Lanskap Hijau Ubud





