Calon Konsumen EV Masih Ketakutan Ganti Baterai, Ini Faktanya
:
0
iCAR 03 saat diperkenalkan di Indonesia. Foto: Emitennews/Firkah Fansuri
EmitenNews.com - Calon konsumen kendaraan listrik (EV) masih ketakutan harus mengganti baterai di kemudian yang harganya sekitar 30 persen dari harga mobil. Ketakutan semacam itu membuat calon konsumen banyak yang batal membeli EV dan membeli mobil baru dengan mesin pembakaran internal (ICE) atau dikenal dengan mobil bensin.
Padahal ketakutan tersebut tidak beralasan. Karena faktanya semakin ke sini semakin jarang konsumen EV mengganti baterai dengan yang baru.
Baterai kendaraan listrik (EV) modern terbukti bertahan jauh lebih lama dari yang diperkirakan banyak pakar industri, dengan data kinerja terbaru yang menunjukkan peningkatan daya tahan dapat membantu mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam adopsi EV yang lebih luas, demikian dilaporkan.
Investing.com, Ahad (5/7/2026) mengutip Wall Street Journal memberitakan data dari perusahaan analitik baterai Recurrent menunjukkan bahwa rata-rata kendaraan listrik mempertahankan hingga 95% jangkauan berkendara aslinya setelah lima tahun digunakan.
Masih Khawatir
Meski demikian, kekhawatiran konsumen masih menjadi hambatan utama. Berbagai survei terus menunjukkan bahwa ketakutan atas biaya penggantian baterai menjadi alasan utama banyak calon pembeli ragu untuk membeli kendaraan listrik, meskipun produsen telah memperkenalkan desain yang membuat paket baterai lebih mudah dan lebih murah untuk diperbaiki.
Para peneliti industri menyebutkan bahwa biaya penggantian juga telah menurun karena produsen otomotif semakin memungkinkan modul baterai individual untuk diperbaiki, bukan mengganti seluruh paket baterai. Harga baterai telah turun lebih dari 90% sejak 2010, sehingga semakin memperbaiki ekonomi jangka panjang kepemilikan EV.
Tingkat Penggantian Baterai
Tingkat penggantian baterai juga turun drastis seiring kemajuan teknologi, dengan hanya 0,3% EV yang diproduksi sejak 2022 memerlukan penggantian baterai, dibandingkan dengan sekitar satu dari 12 kendaraan yang diproduksi antara 2011 dan 2016.
Temuan ini menunjukkan bahwa kemajuan dalam kimia baterai, sistem manajemen termal, dan perangkat lunak kendaraan telah secara signifikan meningkatkan umur panjang baterai, memungkinkan banyak EV modern tetap cocok untuk perjalanan jarak jauh bahkan setelah beberapa ratus ribu kilometer.
Related News
Kartu Kredit Indonesia Jadi Sumber Dana Transaksi QRIS
Menuju 70 Tahun, Nurani Astra bagi Korban Gempa Bumi NTT
Tampil Perdana di GIIAS 2026, BAW Asal China Ramaikan Pasar RI
Rupiah Tak Layak Edar Disulap Jadi Listrik hingga Pupuk
Tekan Emisi hingga 21 Persen, SIG Raih ESG Award 2026
Dari Sampah ke Keanekaragaman Hayati, Ini Gebrakan MSIG Indonesia





