Timeline 3 Proyek Smelter Vale (INCO) Mundur, Ada Eksplor Tambang Baru
:
0
Potret kendaraan alat berat tengah perseroan berpacu di lintasan hauling road. Foto: Vale.
EmitenNews.com - PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) kembali merevisi jadwal proyek smelter. Tiga proyek smelter berbasis teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) mengalami kemunduran. Sementara proyek tambang baru Blok Tanamalia juga masih butuh waktu 3-5 tahun lagi untuk produksi.
HPAL adalah teknologi pemrosesan bijih nikel kadar rendah menjadi nikel sulfat atau mixed hydroxide precipitate (MHP). Produk ini merupakan bahan baku utama baterai kendaraan listrik.
Mengutip catatan yang terbit pada Jumat (14/8/2026) Stockbit Investment Research, bahwa ”Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale Indonesia Budiawansyah mengungkapkan progres proyek smelter HPAL Pomalaa di Kolaka telah hampir 100 persen dan memenuhi status mechanical completion per Juli 2026."
Mechanical completion artinya konstruksi dan pemasangan peralatan sudah selesai. Proyek saat ini masuk tahap commissioning atau uji coba.
"Proyek tersebut menyisakan tahap commissioning dan ditargetkan rampung pada Desember 2026," tulis Stockbit.
Untuk smelter HPAL Bahodopi di Morowali, jadwal mundur. Stockbit mencatat, "HPAL Bahodopi kini ditargetkan mencapai mechanical completion pada Maret 2027, dari sebelumnya target operasional 4Q26".
Sementara untuk Sorowako, pengembangan diestimasikan berjalan pada 2027-2028. Padahal sebelumnya target operasional smelter HPAL di 2Q27. Seluruh target lama itu disampaikan manajemen dalam earnings call 1Q26 pada April 2026.
Di sisi hulu, Tim riset BRI Danareksa Sekuritas pada Jumat (14/8) menyebut Vale masih mematangkan Blok Tanamalia di Luwu Timur.
"PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) terus mematangkan pengembangan Blok Tanamalia di Luwu Timur, Sulawesi Selatan".
Saat ini proyek berada di tahap Front End Loading II (FEL II). FEL II adalah studi kelayakan detail untuk memastikan besarnya cadangan dan sumber daya nikel.
Related News
Santer Rumor! Saham BYAN ARA–Market Cap Salip Emiten Prajogo (BREN)
Top 3 Emiten Rumah Sakit Konglo, Juaranya SILO, MIKA, atau HEAL?
Top 10 Sell Foreign Sepekan, TPIA Milik Prajogo Paling Banyak Dilepas!
Top 10 Buy Foreign Sepekan, DSSA & Big Banks Banyak Diakumulasi Asing!
SILO Raih Kredit Sindikasi Rp14,5T, Aset First REIT Ikut Dijaminkan
Merugi, Emiten Software (RUNS) Boncos 44,37 Persen Hingga Juni 2026





