Tingkatkan Kapasitas Pembiayaan, BSI (BRIS) Siapkan Right Issue
:
0
Ilustrasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - Perkuat modal, sekaligus meningkatkan kapasitas pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menyiapkan aksi korporasi berupa right issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II).
Dalam keterbukaan informasi seperti dikutip Kamis (1/10/2026), manajemen menyebutkan, bumn bank syariah itu, berencana menerbitkan maksimal 6,8 miliar saham baru Seri B dari portepel. Saham dengan nominal Rp500 per helai itu, memiliki hak sama dengan saham Seri B yang telah beredar, termasuk hak atas dividen.
Rencananya, dana yang diperoleh dari right issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan seluruhnya untuk memperluas penyaluran pembiayaan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis BSI ke depan.
Dengan aksi ini, BSI berharap tambahan modal dapat memperbesar ruang ekspansi pembiayaan sekaligus memperkuat struktur permodalan perseroan.
Dengan tambahan modal tersebut, ekuitas BSI diproyeksikan meningkat dari Rp51,07 triliun pada 2026 menjadi Rp64,41 triliun pada 2027.
Kemudian rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) juga diperkirakan naik dari 20,38% menjadi 23,31%. Penguatan modal ini disiapkan untuk mendukung BSI naik ke kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) yang lebih tinggi.
Satu hal, aksi korporasi ini juga membawa risiko bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya. Manajemen memperkirakan kepemilikan saham mereka dapat mengalami dilusi maksimal 12,85% setelah right issue dilakukan.
Untuk meminta persetujuan pemegang saham, BSI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 6 November 2026.
Jika persetujuan RUPSLB diperoleh dan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinyatakan efektif, pelaksanaan right issue ditargetkan selesai pada kuartal I-2027. ***
Related News
Hari ini, UNTR Eksekusi Buyback Rp2 Triliun
Mundur, UNTR Cairkan Dividen Interim November
AALI Guyur Dividen 41 Persen Laba, Cum Date 8 Oktober
Kas Kritis, PEFINDO Beri WSBP Waktu 90 Hari Bayar Kupon
Kinerja Menguat, Medio 2026 Pendapatan GIAA Tumbuh 16 Persen
BIKE dan MSJA Pendatang Baru HSC, Lihat Daftar Lengkapnya





