Tips 5 Teknik Berkendara Hemat BBM Saat Harga Pertamax Naik
:
0
Teknik berkendara yang tepat dapat menghemat biaya bahan bakar minyak (BBM). Foto: Toyota
EmitenNews.com - Pertamina mulai Sabtu (18/4/2026) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kenaikannya lumayan tinggi untuk produk seperti Pertamax Turbo naik Rp6.300 menjadi Rp19.400 per liter. Dexlite naik Rp9.400 menjadi Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex melonjak Rp9.400 menjadi Rp23.000 per liter.
Beruntungnya harga Pertamax (RON 92) masih tetap Rp12.300 begitu juga Pertamax Green masih di angka Rp12.900 per liter.
Kenaikan harga Pertamax memaksa pemilik kendaraan untuk berhemat supaya biaya membeli BBM setiap bulannya tidak membengkak. Untuk menghemat BBM diperlukan teknik yang tepat dalam berkendara.
Karena mengemudi hemat bahan bakar dapat menghemat jutaan rupiah biaya bahan bakar setiap tahun, meningkatkan keselamatan di jalan raya, dan mencegah keausan pada kendaraan Anda.
Laman Canada.ca beberapa waktu lalu memberikan tips lima teknik mengemudi hemat bahan bakar ini untuk menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon dioksida kendaraan hingga 25 persen. Berikut lima teknik mengemudinya:
1. Akselerasi Dengan Lembut
Semakin keras Anda berakselerasi, semakin banyak bahan bakar yang Anda gunakan. Di kota, Anda dapat menggunakan lebih sedikit bahan bakar dengan menginjak pedal gas secara perlahan. Untuk seefisien mungkin dalam penggunaan bahan bakar, luangkan 5 detik untuk berakselerasi kendaraan Anda hingga 20 kilometer per jam dari posisi berhenti. Bayangkan secangkir kopi terbuka di dasbor. Jangan sampai tumpah!
2. Pertahankan Kecepatan yang Stabil
Ketika kecepatan Anda turun dan naik secara tiba-tiba, Anda menggunakan lebih banyak bahan bakar, dan menghabiskan lebih banyak uang, daripada yang seharusnya. Tes telah menunjukkan bahwa variasi kecepatan naik dan turun antara 75 dan 85 km per jam setiap 18 detik dapat meningkatkan penggunaan bahan bakar Anda hingga 20%.
Pertimbangkan untuk menggunakan cruise control untuk berkendara di jalan raya, jika kondisi memungkinkan. Namun, perlu diingat bahwa sedikit variasi kecepatan sebenarnya bisa bermanfaat ketika gravitasi bekerja. Jika pola lalu lintas memungkinkan, biarkan kecepatan Anda menurun saat menanjak, lalu pulihkan momentum Anda saat menuruni bukit.
3. Antisipasi Lalu Lintas
Lihat ke depan saat mengemudi untuk melihat apa yang akan datang. Dan jaga jarak yang nyaman antara kendaraan Anda dan kendaraan di depan Anda. Dengan memperhatikan dengan saksama apa yang dilakukan pejalan kaki dan mobil lain, dan membayangkan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, Anda dapat menjaga kecepatan Anda tetap stabil dan menggunakan lebih sedikit bahan bakar. Mengemudi dengan cara ini juga lebih aman.
4. Hindari Kecepatan Tinggi
Patuhi batas kecepatan dan hemat bahan bakar! Sebagian besar mobil, van, truk pikap, dan SUV paling hemat bahan bakar saat melaju antara 50 dan 80 km per jam. Di atas zona kecepatan ini, kendaraan menggunakan bahan bakar semakin banyak semakin cepat mereka melaju.
Misalnya, pada kecepatan 120 km per jam, kendaraan menggunakan sekitar 20 persen lebih banyak bahan bakar daripada pada kecepatan 100 km per jam. Pada perjalanan sejauh 25 km, peningkatan kecepatan – dan konsumsi bahan bakar – ini hanya akan mengurangi waktu perjalanan Anda selama dua menit.
5. Meluncur untuk Memperlambat
Setiap kali Anda menggunakan rem, Anda membuang momentum maju Anda. Dengan melihat ke depan bagaimana lalu lintas berperilaku, Anda sering kali dapat melihat jauh-jauh hari kapan saatnya untuk melambat. Anda akan menghemat bahan bakar dan uang dengan melepaskan kaki dari pedal gas dan meluncur untuk memperlambat daripada menggunakan rem.
Related News
BYD Produksi 6 EV Per Menit
Nasib Investor Apes, 'Nyangkut' di Saham Delisting
Tolak EV Murah, Xiaomi Tak Produksi Model di Bawah Rp 250 Juta
Hyundai Tarik Kembali 1,1 Juta Mobil, Ini Delapan Masalahnya
Pasar Jepang Sulit Ditembus EV, Penjualan BYD Berlipat Ganda
Kenalkan Atto 3 Terbaru, Jarak Tempuh Naik 630 Km, Bodi Tambah Bongsor





