TLKM Penghuni Tetap MSCI, Bank of New York Borong 223,67 Juta Lembar
:
0
Gedung Telkom berdiri kukuh menantang langit. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - The Bank of New York Mellon terus menambah timbunan saham Telkom Indonesia (TLKM). Itu ditunjukkan dengan menyerok 223.676.800 helai alias 223,67 juta lembar. Transaksi akumulasi dilakukan secara bertahap sejak 29 April 2026 hingga 12 Mei 2026.
Aksi pembelian dilakukan sebanyak 7 kali transaksi. Sayangnya, transaksi dilakukan dalam tradisi senyap. Akumulasi saham TLKM tersebut dibantu Bank HSBC Indonesia, dan Bank Mandiri sebagai bank kustodian. Rincian transaksi Bank of New York Mellon menjadi sebagai berikut.
Pada 29 April 2026, Bank of New York Mellon menyerok 10.529.400 lembar. Lalu, pada 4 Mei 2026, menjala 114.947.400 saham. Berikutnya, pada 5 Mei 2026 menyerap 18 juta helai. Kemudian, pada 6 Mei 2026, Bank of New York membeli 26 juta eksemplar.
Selanjutnya, pada 7 Mei 2026, Bank of New York Mellon mengemas 19.700.000 saham. Menyusul kemudian, pada 8 Mei 2026, Bank of New York Mellon memborong 27 juta lembar. Dan, terakhir pada 12 Mei 2026, Bank of New York membungkus 7,5 juta eksemplar.
Dengan penuntasan transaksi itu, timbunan saham TLKM dalam keranjang investasi Bank of New York menjadi 6,1 miliar saham setara 6,17 persen. Surplus 0,33 persen dari periode sebelum transaksi dengan koleksi 5,84 miliar saham alias 5,90 persen.
Transaksi akumulasi Bank of New York kalau dikalkulasi dengan harga penutupan saham TLKM edisi Rabu, 13 Mei 2026 di level Rp2.960 per lembar, maka transaksi beli oleh Bank of New York Mellon akan bernilai kurang lebih sekitar Rp662,08 miliar.
Kinerja Telkom 2025
Sepanjang 2025 Telkom mencatat laba bersih Rp17,81 triliun, susut 20 persen dari periode sama akhir 2024 senilai Rp22,4 triliun. Pendapatan Rp145,74 triliun, turun tipis 2,15 persen dari posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp149,96 triliun.
Laba usaha tercatat Rp3,46 triliun, berkurang 16,42 persen tersebab lonjakan beban penyusutan dan amortisasi 2,01 persen menjadi Rp 7,01 triliun. Beban umum dan administrasi bertambah 6,04 persen menjadi Rp6,6 triliun. Rugian belum terealisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi Rp242 miliar.
Jumlah ekuitas Rp150,54 triliun, turun dari akhir tahun sebelumnya Rp154,2 triliun. Total liabilitas Rp137,22 triliun, bertambah dibanding akhir 2024 senilai Rp137,18 triliun. Jumlah aset Rp287,76 triliun, mengalami penciutan dari akhir tahun lalu sebesar Rp291,38 triliun.
Related News
Free Float 94 Persen, TAXI Boncos 999 Persen Akhir 2025
Pacu Recurring Income, INPP Kebut 23 Mall Semarang
Info Terbaru Emiten Prajogo, Diam-Diam TPIA Serok 13 Juta Saham Prodia
Frans Dicky Tamara dan Sugito Anjasmoro Perkuat Garuda Indonesia
Jurus Pertahankan Karyawan Elit Emiten Properti Genggaman Prajogo
Lo Kheng Hong Tambah Lagi Porsi Saham DILD, Jadinya Segini





