EmitenNews.com - Konektivitas pendukung pariwisata di wilayah Jawa Tengah menunjukkan tren positif yang signifikan pada Triwulan I Tahun 2026. Pendapatan tol di sejumlah ruas utama Jasa Marga Group mencatatkan pertumbuhan tahunan, di antaranya Jalan Tol Semarang–Batang yang tumbuh 16,59% (yoy), Jalan Tol Solo–Ngawi meningkat 23,52% (yoy), serta Jalan Tol Jogja–Solo yang mencatat kenaikan sebesar 18,91% (yoy).

Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono, peningkatan ini mencerminkan peningkatan mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi dan wisata di kawasan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang).

Pada masa libur panjang dan Lebaran 2026, Jasa Marga Group sukses mengoptimalisasi jalur fungsional. Pemanfaatan tersebut meliputi Jalan Tol Jogja-Solo sepanjang 30,15 km yang telah operasional bertarif (Kartasura–Prambanan) serta 12,23 km jalur fungsional (Prambanan–Purwomartani). Selain itu, Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 6 sepanjang 4,85 km (Ambarawa–Bawen) turut dibuka fungsional. Rangkaian akselerasi konektivitas ini terbukti krusial dalam menyerap lonjakan volume lalu lintas harian hingga 80% dari kondisi normal.

Dalam mendukung pengembangan kawasan Joglosemar, Jasa Marga terus mempercepat penyelesaian konstruksi.

“Pengerjaan pembangunan proyek jalan tol ini tetap memperhatikan karakteristik lokal melalui penyesuaian desain konstruksi di sekitar ring road Yogyakarta agar selaras dengan tata ruang dan kearifan lokal masyarakat setempat,” tambah Rivan ketika memaparkan kinerja serta progres pembangunan jalan tol di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta saat Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi VI DPR RI di Yogyakarta pada Kamis (21/05).

Rivan menyampaikan bahwa pengembangan jaringan jalan tol di koridor Jawa Tengah dan Yogyakarta saat ini difokuskan untuk memperkuat konektivitas wilayah serta mendukung sektor pariwisata daerah.

“Yogyakarta dan wilayah sekitarnya memiliki posisi strategis sehingga konektivitas jalan tol menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan destinasi wisata,” ujar Rivan.(*)