EmitenNews.com - Penjualan yang melaju kencang belum selaras menahan tekanan di bottomline. PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL) dari konglomerasi taipan Aguan itu mencatatkan topline atau pertumbuhan pendapatan solid, namun laba bersih justru terkoreksi seiring naiknya beban keuangan dan kontribusi negatif entitas asosiasi.

Berdasarkan laporan keuangan ERAL tahun penuh 2025 yang terbit Senin (30/3/2026), penjualan ERAL tahun 2025 terkumpul hingga Rp6,49 triliun atau bertumbuh 34,09 persen secara year on year (yoy) dari Rp4,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan itu, laba bruto ikut terdongkrak 64,30 persen yoy menjadi Rp1,08 triliun dari Rp657,25 miliar.

Namun, di level operasional, kenaikan tidak terlalu agresif. Laba usaha hanya naik tipis 4,97 persen yoy menjadi Rp241,70 miliar dari Rp230,25 miliar. Tekanan mulai terasa pada laba sebelum pajak (EBITDA) yang tergerus 10,19 persen yoy menjadi Rp230,69 miliar dari Rp256,86 miliar.

Penurunan kinerja makin terlihat pada laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang menciut 16,09 persen yoy menjadi Rp169,03 miliar dari Rp201,45 miliar. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan beban keuangan menjadi Rp22,81 miliar dari Rp9,74 miliar serta berbaliknya kontribusi entitas asosiasi menjadi rugi.

Dari sisi neraca, total aset tercatat naik 20,31 persen yoy menjadi Rp3,08 triliun dari Rp2,56 triliun. Liabilitas melonjak lebih tinggi, yakni 41,70 persen yoy menjadi Rp1,32 triliun dari Rp931,43 miliar. Sementara itu, ekuitas tumbuh 7,98 persen yoy menjadi Rp1,76 triliun dari Rp1,63 triliun.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Senin (30/3) saham ERAL tercatat menurun 3,73 persen setara 12 poin di level/posisi Rp310.