EmitenNews.com - Budi Aditya Arna Mulyanto mengurangi timbunan saham Paparocks Indonesia (PPRI). Itu ditunjukkan dengan melepas 10 juta eksemplar. Transaksi pengurangan saham tersebut, telah ditahbiskan pada 9 September 2026.

Penjualan dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp197 per saham. Menyusul skema harga tersebut, sang komisaris perseroan itu, mengemas dana taktis senilai Rp1,97 miliar. Sebagai konsekuensi dari aksi tersebut, timbunan saham PPRI dalam genggaman Budi menjadi berkurang.

Tepatnya, tersisa 137,17 juta lembar atau setara dengan porsi kepemilikan 12,76 persen. Menciut sekitar 0,93 persen dari posisi sebelum transaksi dengan koleksi 147,17 juta saham setara 13,69 persen. Di sisi lain, akhir pekan lalu, saham PPRI mengalami perosotan secara signifikan.

Yaitu, terkoreksi 3,78 persen setara 7 poin menjadi Rp178. Namun, lima hari terakhir, saham PPRI masih melesat 11,25 persen alias 18 poin dari 7 September 2026 di level Rp160. Sebulan terakhir, saham PPRI melejit 23,61 persen setara 34 poin dari 13 Agustus 2026 di posisi Rp144. (*)