Tumbuh 11 Persen, CP Prima (CPRO) Kuartal I-2023 Dulang Laba Bersih Rp115,18 Miliar
EmitenNews.com - Central Proteina Prima (CPRO) sepanjang kuartal petram 2023 meraup laba bersih Rp115,18 miliar. Naik tipis 11 persen dari episode sama tahun sebelumnya sebesar Rp103,69 miliar. So, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp1,9 dari periode sama tahun lalu Rp1,7 per lembar.
Penjualan bersih Rp2,13 triliun, surplus 7,5 persen dari periode sama tahun lalu Rp1,98 triliun. Beban pokok penjualan Rp1,75 triliun, bengkak dari edisi sama tahun lalu Rp1,58 triliun. Laba kotor Rp384,23 miliar, turun 3,3 persen dari episode sama tahun sebelumnya sejumlah Rp397,67 miliar.
Beban penjualan Rp98,70 miliar, naik dari Rp86,68 miliar. Beban umum dan administrasi Rp112,03 miliar, susut dari Rp113,40 miliar. Beban operasi lain Rp1,06 miliar, turun dari Rp3,51 miliar. Penghasilan operasi lain Rp3,67 miliar, turun dari Rp4,12 miliar. Laba usaha Rp176,09 miliar, mengalami perosotan dari edisi sama tahun lalu Rp198,18 miliar.
Penghasilan keuangan bersih Rp399 juta, naik dari Rp344 juta. Beban keuangan Rp52,26 miliar, bengkak dari Rp50,11 miliar. Keuntungan selisih kurs atas pinjaman jangka panjang Rp32,57 miliar, melesat dari minus Rp5,88 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp158,80 miliar, menanjak dari edisi sama tahu lalu Rp142,53 miliar.
Laba periode berjalan Rp115,28 miliar, naik tipis 10 persen dari periode sama tahun lalu Rp103,76 miliar. Total ekuitas Rp3,29 triliun, menanjak dari akhir tahun lalu Rp3,18 triliun. Jumlah liabilitas Rp3,44 triliun, susut dari akhir tahun lalu Rp3,65 triliun. Jumlah aset Rp6,74 triliun, menukik dari periode akhir 2022 sebesar Rp6,83 triliun. (*)
Related News
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya





