EmitenNews.com -PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), emiten infrastruktur digital terkemuka di Indonesia, mengumumkan pencapaian kinerja keuangan audit yang sangat impresif untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 147 persen secara tahunan (YoY), yang didorong oleh ekspansi masif pada jaringan serat optik dan layanan konektivitas fixed broadband.

Perseroan membukukan Laba Bersih Tahun Berjalan sebesar Rp632,9 miliar pada tahun 2025, melonjak 176 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya Rp229,27 miliar. Dari jumlah tersebut, Laba Bersih yang dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk mencapai Rp408,6 miliar atau naik hingga 76,75 persen dari periode tahun lalu yang hanya Rp231,28 miliar.

Pertumbuhan laba yang kuat ini berdampak positif pada Laba Per Saham Dasar, yang meningkat tajam dari Rp99,44 pada tahun 2024 menjadi Rp111,19 pada tahun 2025. Lonjakan ini mencerminkan peningkatan nilai yang signifikan bagi para pemegang saham seiring dengan pertumbuhan skala bisnis Perseroan.

Sepanjang tahun 2025, SURGE berhasil meraup Pendapatan Usaha Neto sebesar Rp1,66 triliun, naik drastis 147 persen dari Rp671,9 miliar pada tahun sebelumnya. Kontribusi pendapatan ini didominasi oleh lini bisnis inti Perseroan, yaitu segmen telekomunikasi menjadi kontributor utama melalui penyediaan infrastruktur serat optik dan layanan internet.

Sedangkan segmen periklanan digital memberikan kontribusi stabil melalui ekosistem media digital yang terintegrasi di berbagai moda transportasi dan area publik.

Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Yune Marketatmo mengatakan bahwa saat ini secara operasional perseroan telah memiliki pelanggan 2,5 juta Home Pass, 1,5 juta Home Connect dan tingkat take-up hingga 60%, termasuk yang tertinggi di industri.

Efisiensi operasional terlihat dari capaian EBITDA sebesar Rp1,15 triliun dengan margin EBITDA mencapai 69%, yang menunjukkan kemampuan Perseroan dalam mengoptimalkan pemanfaatan jaringan infrastruktur secara efisien.

Hingga 31 Desember 2025, Total Aset Perseroan melonjak drastis menjadi Rp15,17 triliun, meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang sebesar Rp2,91 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan aset tetap neto yang mencapai Rp5,22 triliun, sejalan dengan pembangunan infrastruktur jaringan serat optik nasional.

Dalam hal struktur liabilitas dan ekuitas, dapat dilihat bahwa total liabilitas tercatat sebesar Rp6,65 triliun naik 243,3 persen dari sebelumnya Rp1,93 triliun. sedangkan ekuitas perseroan melonjak sangat signifikan hingga 778,28 persen dari Rp969,84 miliar menjadi Rp8,51 triliun, memperkuat basis modal untuk mendukung ekspansi bisnis di masa depan.

Posisi likuiditas Perseroan berada pada level yang sangat sehat. Kas dan Setara Kas melonjak menjadi Rp6,16 triliun pada akhir tahun 2025, dibandingkan hanya Rp18,5 miliar pada akhir tahun 2024. Peningkatan drastis ini memberikan fleksibilitas keuangan yang luar biasa bagi Perseroan untuk membiayai belanja modal (CAPEX) dan operasional tanpa ketergantungan berlebih pada pendanaan eksternal jangka pendek.

Penerimaan kas dari pelanggan juga mencatatkan rekor sebesar Rp1,46 triliun, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yang menandakan kualitas pendapatan yang sangat baik dan siklus penagihan yang lancar.

Menatap tahun 2026, Presiden Direktur SURGE, Yune Marketatmo, menyatakan bahwa Perseroan memposisikan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) “IRA – Internet Rakyat” sebagai katalis pertumbuhan utama. Strategi ini akan mengintegrasikan tulang punggung serat optik (fiber backbone) dengan pengiriman nirkabel (wireless last-mile) untuk mempercepat jangkauan internet broadband yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

"Tahun 2025 adalah tahun yang menentukan bagi SURGE. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan operasional yang efisien, kami yakin peluncuran platform 5G FWA akan menjadi titik balik yang signifikan untuk mengakselerasi lintasan pertumbuhan kami di masa depan," pungkas Yune Marketatmo.