Tuntaskan Tol Serang-Panimbang, PTPP Berharap Geliatkan Ekonomi Banten
EmitenNews.com - Jalan Tol Serang Panimbang diharap meningkatkan pariwisata Provinsi Banten. Jalan tol hasil garapan PT PP (PTPP), bersama Wijaya Karya (WIKA), dan Jababeka Infrastruktur. Ketiga entitas itu, bersatu dalam wadah usaha joint venture PT Wika Serang Panimbang.
Jalan Tol Serang-Panimbang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berskema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Jalan bebas hambatan itu, memiliki panjang jalan dari Kota Serang hingga Panimbang berlokasi di Kabupaten Pandeglang sejauh 83,67 kilometer. Jalan Tol itu, melintasi tiga daerah yaitu Serang, Lebak, dan Pandeglang.
Selain meningkatkan konektivitas, pembangunan jalan tol itu juga mengembangkan bagian selatan Provinsi Banten, dan meningkatkan potensi pariwisata di daerah Pandeglang-Lebak termasuk Tanjung Lesung. Jalan tol itu, telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), seksi satu dari Serang- Rangkasbitung sepanjang 26,5 kilometer (km). Di mana, seksi satu menghubungkan Kota Serang dengan Kabupaten Lebak.
Jalan Tol Serang-Panimbang itu, akan terhubung langsung dengan jaringan tol Trans Jawa melalui Jalan Tol Tangerang-Merak. Sedangkan seksi dua ruas Rangkasbitung-Cileles sepanjang 24,17 km, dan seksi tiga ruas Cileles-Panimbang sepanjang 33 km masih dalam proses pembangunan konstruksi. Pemerintah menarget seluruh pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang selesai, dan beroperasi pada 2023 mendatang.
Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang itu, PTPP bertindak sebagai salah satu pemegang saham dalam perusahaan Joint Venture Wika Serang Panimbang. Selain itu, PTPP juga mengerjakan pembangunan konstruksi Simpang Susun Jalan Tol Serang-Panimbang. Simpang Susun dikerjakan PTPP, antara lain Simpang Susun Cikeusal sepanjang 1,016 km, Simpang Susun Petir/Tunjung Teja 0,821 km, dan Simpang Susun Rangkasbiitung 1,253 km.
Jalan tol Serang-Panimbang seksi satu, Ruas Serang-Rangkasbitung telah selesai dan siap beroperasi. Jalan ini, akan menjadi pengungkit perekonomian Provinsi Banten khususnya sekitar jalan tol ini yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pembangunan seksi dua Rangkasbitung-Cileles 24 km, dan Cileles-Panimbang 33 km.
Infrastruktur pondasi Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara lain. Tidak mungkin sebuah negara bisa melampaui negara lain kalau indeks competition lebih rendah. Tanpa infrastruktur, barang-barang bisa memiliki harga lebih tinggi. Namun, jika infrastruktur siap, barang-barang akan terdistribusi lebih baik dan harga menjadi lebih murah. ”Kami berharap Jalan Tol Serang-Panimbang menciptakan konektivitas antara daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. Masyarakat bisa mempersingkat waktu tempuh dari Serang ke Rangkasbitung hanya 15-20 menit. Selain itu, Jalan Tol Serang-Panimbang mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung,” tutur Novel Arsyad, Direktur Utama PTPP. (*)
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025





