EmitenNews.com - Mengakhiri hari perdagangan terakhir April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Indeks komposit melemah 144,42 poin atau atau 2,03% ke level 6.956,80.

Sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.109,00 namun sempat pula tertekan di ke posisi terendah harian di 6.876,57. Tekanan jual yang terjadi di semua sektor membuat indeks gagal mempertahankan momentum kenaikan hari sebelumnya.

Sektor yang mencatat pelemahan paling dalam adalah perindustrian 2,95%, disusul infrastruktur 2,93%, barang baku 2,90%, barang konsumer primer 2,19%, properti dan real estate 2,19%.

Disusul sektor barang baku merosot 1,84%, keuangan turun 1,73%, kesehatan melemah 1,15%, energi anjlok 1,08%, teknologi turun 0,93% dan transportasi terkoreksi 0,80%.

Aktivitas perdagangan mencatat volume 48,19 miliar saham dengan nilai transaksi Rp21,86 triliun dan frekuensi 2,66 juta kali. Sebanyak 133 saham menguat, 576 saham melemah, dan 105 saham stagnan.

Di tengah merosotnya IHSG, saham Sidomulyo Selaras (SDMU) mencatat kenaikan tertinggi sebesar 28,47% ke Rp126, disusul Adhi Karya (ADHI) menguat 16,48% ke Rp212, dan Indospring (INDS) naik 15,79% ke Rp440 per saham.

Saham-saham yang mencatat pelemahan terdalam yaitu Leyand International (LAPD) anjlok 9,62% ke Rp94, Essa Industries (ESAA) turun 8,9% ke Rp870, dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) turun 7,69% ke Rp1.200 per saham.

Sementara untuk saham yang paling sering ditransaksikan adalah DMS Propertindo (KOTA) sebanyak 156.183 kali senilai Rp553,2 miliar, Sinergi Inti Plastindo (ESIP) 102.889 kali senilai Rp268,68 miliar, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebanyak 93.021 kali senilai Rp1,2 triliun.

Anjloknya IHSG berbarengan dengan beberapa indeks bursa di kawasan Asia seperti Nikkei 225 Indekx Tokyo yang merosot 1,06% dan Hang Seng Index Hong Kong turun 1,28%. Berbanding terbalik, Shanghai Composite Index menguat 0,11% dan Straits Times Singapura naik 1,06%.