Usung Human Interior, Listing Saham Imago Mulia Persada (LFLO) Meroket 10 Persen
:
0
EmitenNews.com - PT Imago Mulia Persada (LFLO) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan menjadi perusahaan tercatat ke-12 sepanjang tahun ini. Saham Imago Mulia langsung menanjak 10 persen ke level Rp110 per lembar dari harga perdana senilai Rp100 per lembar.
Saham Imago Mulia ditransaksikan dengan frekuensi dua kali, pada volume 15 ribu senilai Rp1,65 juta. PT Imago Mulia, pemilik nama LAFLO, penyedia furniture premium terlengkap Indonesia. Mengusung visi human interior, bermakna manusia dan kehidupan manusia hal terpenting dari suatu interior. LAFLO memiliki sejarah lebih dari 25 tahun telah mendapat kepercayaan para pelanggan. Berdasar human interior, LAFLO berkomitmen menjunjung tinggi kualitas dan desain terbaik untuk mencapai kepuasan pelanggan.
Imago Mulia melepas 300 juta lembar atau 23,08 persen pada harga Rp100. Dengan skema itu, perusahaan mengantongi dana IPO sejumlah Rp30 miliar. Dana untuk modal kerja dalam bentuk pembelian persediaan dan biaya pemasaran, pembukaan showroom baru, pembangunan platform online berfungsi untuk meningkatkan brand awareness, dan user experience.
Selain itu, sebagai pemanis bagi investor, PT Imago Mulia juga menerbitkan waran sejumlah 350 juta lembar waran. Dana dari pelaksanaan waran untuk modal kerja. Imago Mulia menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas sebagai lead underwriter atau penjamin pelaksana emisi efek.
Direktur Utama Imago Mulia Persada Erlangga Ksatria perusahaan terus menjaga kepercayaan masyarakat, dan para stakeholders. Melalui transparansi dan akuntabilitas, Imago Mulia percaya dapat melayani masyarakat lebih baik, lebih inovatif, dan kompetitif. ”Itu penting mengingat furniture dan desain adalah kebutuhan setiap manusia. Karena itu, kami berdedikasi memberikan produk dan layanan premium terbaik,” tegas Erlangga.
PT Imago Mulia berencana meningkatkan pangsa pasar dengan menawarkan pilihan brand, lini produk lebih luas, dan harga kompetitif. Dengan begitu, masyarakat Indonesia dapat merasakan konsep human interior pada ruangan. (Rizki)
Related News
Nasib DSSA, BREN, dan CUAN Setelah Kena Sanksi Rp2,1 Triliun
Manuver Morgan Stanley Sebelum MSCI Tebar Ancaman
Ledakan Data Center, DMAS Naikkan Target Prapenjualan 42 Persen
BREN dan CUAN Ungkap Ini Usai Kena Sanksi
Ubah Strategi Bisnis, ERA Real Estate (IPAC) Putuskan Go Private
Program Mesop, Direktur Ini Tambah Saham Erajaya Swasembada (ERAA)





