Volatil, IHSG Dibuka Menguat Usai Tiga Hari Koreksi
:
0
Main Hall Arena Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (23/4/2026), naik 22,80 poin atau 0,30 persen ke level 7.564,41 walaupun berselang lama kemudian terkoreksi. Penguatan ini menjadi yang pertama dalam sepekan setelah indeks mengalami tekanan selama tiga hari berturut-turut.
Sebanyak 291 saham tercatat menguat, 58 melemah, dan 297 stagnan. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp287,25 miliar dengan volume 493,93 juta saham dalam 49.055 kali transaksi. Kapitalisasi pasar turut meningkat menjadi Rp13.565 triliun.
Usai 15 menit lewat, IHSG terpaut turun hingga 0,34 persen di 7.515,64.
Sementara itu, riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti masih kuatnya sentimen risk-off yang membayangi pasar. Investor asing tercatat melakukan net sell sekitar Rp1 triliun di pasar reguler, terutama pada saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBRI, BMRI, dan BBCA.
Tekanan tersebut dipicu kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari eskalasi geopolitik hingga pelemahan Rupiah, serta sentimen teknikal terkait evaluasi indeks global.
Meski demikian, fundamental ekonomi domestik dinilai masih relatif stabil, meskipun ruang pelonggaran kebijakan moneter dalam jangka pendek menjadi terbatas seiring meningkatnya risiko inflasi akibat kenaikan harga energi global.
Dari sisi domestik, sentimen datang dari keputusan Bank Indonesia yang kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen pada April 2026. Suku bunga deposit facility tetap di 3,75 persen dan lending facility di 5,5 persen.
Gubernur Perry Warjiyo menyatakan kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan global.
“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 21 dan 22 April memutuskan untuk mempertahankan BI Rate tetap sebesar 4,75%,” ujar Guberni BEI itu.
Secara teknikal, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam fase koreksi wajar dengan level support di kisaran 7.447 dan 7.346, serta resistance di area 7.591 hingga 7.677.
Adapun, sejumlah saham yang menarik dicermati antara lain Bank Jago Tbk. (ARTO) dengan potensi target harga di kisaran 1.450 hingga 1.610, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) dengan target 5.800–5.925, serta Pakuwon Jati Tbk. (PWON) yang berpeluang menguat menuju area 356–380, dengan masing-masing level support terdekat tetap perlu dicermati sebagai area jaga risiko.
Related News
Mau Cairkan Awal Sukuk Tabungan ST012T4? Ini Prosedurnya
Susah Bahan Baku, Industri Mulai Pakai Material Kemasan Daur Ulang
Pemerintah Akan Jadi Pengadopsi Awal Kendaraan Listrik Nasional
Ikuti Wall Street, IHSG Potensial Rebound
IHSG Konsolidatif, Serok Saham BBTN, ASII, RAJA, dan MIDIĀ
IHSG Koreksi Wajar, Bakal Uji Level 7.591





