Wall Street Menyala, IHSG Cenderung Koreksi
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup menguat tipis. Itu seiring rotasi potofolio investor dari emiten pembuat piranti lunak ke emiten sektor keuangan seperti Citigroup, dan JP Morgan. Berlanjutnya tekanan jual terhadap emiten pembuat piranti lunak menjadi pemberat bagi pergerakan indeks.
Beberapa emiten piranti lunak mencatat pelemahan antara lain ServiceNow drop 1,09 persen alias tekor 31 persen ytd, Autodesk susut 2,55 persen atau ciut 24 persen ytd, Palo Altor Networks tergerus 2,07 persen alias turun 11 persen ytd, salesforce menukik 2,86 persen atau merosot 30 persen ytd, dan Oracle drop 3,85 persen setara anjlok 21 persen ytd.
Sementara itu, seiring adanya aksi beli investor, saham Citigroup melejit 2,63 persen, dan JP Morgan melesat 1,51 persen. Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Aksi jual investor asing dalam jumlah cukup besar, dan koreksi harga mayoritas komoditas berpeluang menjadi sentimen negatif indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Sepanjang perdagangan Rabu, 18 Febbruari 2026, indeks akan menyusuri kisaran support 8.150-8.090, dan resistance 8.275-8.335. Oleh karena itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham BRMS, BUMI, HMSP, ERAA, CMRY, dan MDKA. (*)
Related News
Mentan: Hilirisasi Bisa Naikkan Nilai Tambah Kelapa 100 Kali Lipat
Konsolidatif, IHSG Coba Level 8.300
IHSG Terseret Koreksi, Angkut Saham INDY, ISAT, dan MAPI
Konsesi Panas Bumi Halmahera Ke Perusahaan Terkait Israel Bikin Heboh
Uji Produksi Sumur Libo SE #86 Blok Rokan Hasilkan 1.274 BOPD Minyak
Tarif Resiprokal AS Berdampak Kepada Kinerja Ekspor Furnitur Indonesia





