Wall Street Rebound, IHSG Kian Menyala
:
0
Suasana di plataran Banten Wulung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Mayoritas indeks Wall Street berhasil ditutup menguat akhir perdagangan Rabu, 25 Maret 2026. Itu seiring harapan investor terhadap de-eskalasi konflik Timur Tengah, dan penurunan harga minyak dunia. Penguatan pasar didorong sektor teknologi.
Saham Nvidia, AMD, dan Intel mencatat kenaikan signifikan, dan menopang pergerakan indeks hingga penutupan. Investor merespons laporan The Associated Press yang menyebut Iran telah menerima proposal 15 poin dari Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik. Proposal tersebut dikirim melalui perantara Pakistan.
Namun, media pemerintah Iran melaporkan penolakan terhadap tawaran tersebut. Teheran justru mengajukan proposal lima poin. Salah satu poinnya mencakup kendali atas Selat Hormuz. Perkembangan itu, menekan harga minyak mentah dunia. Penurunan harga minyak pada akhirnya turut menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Soliditas mayoritas indeks utama bursa Wall Street, dan aksi net buy asing diperkirakan menjadi sentimen positif untuk pasar hari ini. Kemudian rencana pemerintah memangkas anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjaga pelebaran defisit APBN berpotensi menjadi sentimen positif tambahan untuk pasar.
Dengan demikian, indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 26 Maret 2026 bergerak pada kisaran support 7.156-7.057, dan resistance 7.441-7.546.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para investor untuk menyerap saham-saham unggulan berikut. Yaitu, Bank Mandiri (BMRI), Bank Syariah Indonesia (BRIS), Merdeka Battery (MBMA), Japfa Indonesia (JPFA), Alamtri Resources (ADRO), dan Harum Energi (HRUM). (*)
Related News
Telisik, Berikut 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Simak! 10 Saham Top Gainers Pekan ini
Berkat Kontribusinya, Jababeka Dapat 6 Apresiasi dari Pemkab Bekasi
IHSG Bawah 6.000, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp10.287 Triliun
Awalnya Nihil, Nippon Steel Kowa Kini Genggam Saham VRNA
Direktur TAPG Borong 200 Ribu Saham, Kepemilikan Meningkat





