Wall Street Rebound, IHSG Siap Terjang Level 7.225
:
0
Petugas kebersihan menyisir teras depan Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street menyudahi perdagangan akhir pekan lalu kompak menguat. Itu ditopang lonjakan saham sektor teknologi berkapitalisasi besar. Terutama berkenaan dengan teknologi kecerdasan buatan (Nvidia 4,7 persen, dan Super Micro Computer 10,9 persen).
Lompatan itu, seiring rencana Microsoft menggelontorkan belanja modal senilai USD80 miliar untuk mengembangkan data center berbasis artificial intelligence (AI) pada tahun fiskal 2025. Penguatan indeks bursa Wall Street seiring lonjakan saham sektor teknologi diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Sementara itu, peningkatan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, crude palm oil (CPO), timah, nikel, tembaga, dan pulp berpotensi menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Sepanjang perdagangan Senin, 6 Januari 2025, IHSG akan mengitari kisaran support 7.135-7.105, dan resistance 7.195-7.225.
Berdasar data dan fakta tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan para investor untuk menjala sejumlah saham berikut. Yaitu, Telkom (TLKM), London Sumatera (LSIP), Astra (ASII), Barito Energy (BREN), Essa Industries (ESSA), dan Goto Group (GOTO). (*)
Related News
DBS Ungkap 5 Aset Andalan di Semester II 2026, Saham Asia Hingga Emas
Gandeng Burger Bangor, BTN Satukan Hiburan, Kuliner, dan Olahraga
IHSG Sesi I Bangkit 0,37 Persen ke 6.064 Usai Sempat Tersungkur
Lanjut Menghijau, IHSG Dibuka Naik 0,29 Persen ke 6.059
Prediksi IHSG, Potensi Menguat Karena Sentimen Ini
IHSG Menguat Terbatas, Serok Saham ANTM, ISAT, MYOR, dan HMSP





