Wall Street Solid, IHSG Makin Sulit
:
0
Sejumlah pengunjung tampak melintasi koridor bursa efek indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi mayoritas menguat. Pemangkasan suku bunga acuan untuk kali ketiga tahun ini 25 bps masih menjadi sentimen positif. Hasilnya, Dow Jones dan S&P 500 kembali mencatat rekor tertinggi terbaru.
Di sisi lain, kinerja buruk Oracle membuat Nasdaq harus berakhir di zona merah. Itu seiring rotasi dilakukan investor dari saham teknologi ke saham diuntungkan pertumbuhan ekonomi. Saham Oracle ditutup anjlok 10,83 persen setelah pendapatan kuartalan lebih rendah dari ekspektasi di tengah soliditas permintaan infrastruktur teknologi kecerdasan buatan.
Lonjakan mayoritas indeks bursa Wall Street, dan harga beberapa komoditas diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, aksi jual investor asing berlanjut, dan rawan koreksi saham-saham sudah mengalami kenaikan signifikan berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 12 Desember 2025, akan menyusuri kisaran support 8.535-8.450, dan resistance 8.705-8.790. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mencolek saham ENRG, PTRO, SMGR, RAJA, TINS, dan TPIA. (*)
Related News
Digitalisasi, BTN Garap Ekosistem Keuangan Pemkab Pakpak Bharat
Sompo Indonesia Berkolaborasi dengan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia
Daftar Top Losers Sepekan, BACH Masuk Nominasi Lagi
Jajaran Top Gainers Sepekan, Yanaprima (YPAS) Posisi Wahid
IHSG Terkoreksi 0,12 Persen Sepekan, LQ45 hingga IDX80 Kompak Merah
IHSG Akhir Pekan Melesat ke 6.401, CUAN Top Loser LQ45





