WIKA Gagal Bayar, Free Float Baru 8,98 Persen
:
0
Gedung baru Universitas Jenderal A Yani Bandung hasil garapan Wijaya Karya. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melorot peringkat surat utang Wijaya Karya (WIKA) menjadi idD dari idCCC. Itu berupa obligasi berkelanjutan III tahap I. Kemudian, sukuk mudharabah berkelanjutan III tahap I seri B dan C menjadi idD(sy) dari idCCC(sy).
Pelorotan peringkat itu, menyusul gagal bayar kupon masing-masing instrumen keuangan yang jatuh tempo pada 3 Februari 2026. Pefindo mempertahankan teringkat korporasi Wijaya Karya di level idSD, peringkat obligasi berkelanjutan II tahap II dengan idCC, dan sukuk mudharabah berkelanjutan II tahap II seri B, dan C dengan idCCC(sy).
Peringkat itu, merefleksikan profil keuangan, dan likuiditas Wijaya Karya lemah, dan risiko ekspansi sebelumnya. Pefindo dapat meninjau kembali peringkat kalau perseroan mampu menuntaskan kewajiban pembayaran pokok, dan kupon obligasi, dan sukuk jatuh tempo.
Wijaya Karya berdiri pada 1961. Perseroan merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara bidang konstruksi. Perusahaan mencakup segmen investasi, realti & properti, infrastruktur & gedung, energi & industrial plant, dan Industri. Per 30 September 2025, pemegang saham perseroan pemerintah indonesia 91,02 persen, dan publik 8,98 persen. (*)
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





