Wing Harvest Limited Kurangi Kepemilikan Saham Maha Properti Indonesia
Wing Harvest Limited Kurangi Kepemilikan Saham Maha Properti Indonesia. dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - Wing Harvest Limited sebagai pemegang saham PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada 14 Desember 2023. Wing Harvest Limited menjual 487.182.500 lembar saham emiten Properti Dato Sri Tahir (MPRO), di harga Rp1.750 per saham.
"Transaksi dilakukan dalam rangka penjualan saham dengan kepemilikan saham langsung," tutur Direktur dan Corporate Secretary MPRO, Iwan Kurniawan dalam keterangan tertulisnya Senin (18/12/2023).
Pasca penjualan, maka kepemilikan saham Wing Harvest Limited di MPRO berkurang menjadi 891.392.500 lembar saham setara dengan 8,9% dibandingkan sebelumnya sebanyak 1,37 miliar lembar saham setara dengan 13,87%.
Sebelumnya, emiten Pengembang, Pembangunan Properti dan Real Estate itu, menyampaikan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) per tanggal 30 Juni 2023.
Direktur utama MPRO, Ronald Kumalaputra dalam keterangan tertulisnya, 17 Juli 2023, menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh hasil penawaran umum perdana saham efektif 28 September 2018 sebesar Rp164,1 miliar dengan biaya Rp7,82 miliar. Dengan demikian maka MPRO mendapatkan hasil bersih IPO sebesar Rp156,3 miliar.
Pemegang saham MPRO adalah keluarga Dato Sri Tahir. Jonathan Tahir memiliki 34% saham perusahaan tersebut. Dato Sri Tahir 17% saham, Jane Dewi Tahir memiliki 8,5%, Dewi Riady 8,5%, Grace Dewi Riady 8,5% serta beberapa pihak lainnya. Publik tercatat hanya memiliki 1,15% saham di perusahaan ini. ***
Related News
TSPC Catat Penjualan Rp14 Triliun, Laba Bersih Susut di 2025
Laba BUMI Naik 20 Persen, Tapi Beban Produksi Masih Tekan Margin
Bio Majesty Jual 112 Juta Saham PRDA, Kepemilikan Turun Jadi 12 Persen
Yulie Sekuritas Borong Saham DYAN, Kepemilikan Naik Jadi 7 Persen
Topline Ngebut, Bottomline Tersendat, Laba 2025 ERAL Menciut 16 Persen
Laba PWON Naik Dua Digit di 2025, Pendapatan Bunga Tembus Rp603 Miliar





