IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KISI
victoria sekuritas

Pluang Tawarkan Beragam Peluang, Investasi Emas Digital Masih Mendominasi

03/12/2021, 11:01 WIB

Pluang Tawarkan Beragam Peluang, Investasi Emas Digital Masih Mendominasi

EmitenNews.com - Pluang, platform wealth-tech terkemuka di Indonesia, memantapkan komitmennya dalam membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi setiap masyarakat untuk berinvestasi. Platfom weatlhtech PT Bumi Santosa Cemerlang itu, menyediakan beragam kelas aset di aplikasi Pluang. Platform ini didominasi oleh investor pemula di bawah 35 tahun. Itu menjawab, instrumen investasi yang berisiko rendah seperti emas masih menjadi primadona.


Pluang menegaskan komitmen tersebut dalam webinar Fintech Talk bertajuk “#CatatanSiFintech: Ragam Peluang Investasi dalam Platform Fintech”. Webinar bertopik literasi keuangan tersebut kontribusi Pluang bagi rangkaian acara Indonesia Fintech Summit 2021 dan Bulan Fintech Nasional (Indonesia Fintech Month 2021), program unggulan dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).


Melalui webinar tersebut Pluang menyampaikan bahwa berinvestasi di platform wealth-tech merupakan langkah tepat bagi mereka yang ingin memulai perjalanan investasi di era digital. Masyarakat dapat membeli produk investasi mikro berbiaya rendah, mulai dari Rp10.000.


Di lain sisi, masyarakat juga dapat lebih mudah mendapatkan akses ke berbagai ragam pilihan kelas aset untuk berinvestasi. Dengan begitu mereka dapat memilih aset yang sesuai profil risikonya sekaligus melakukan diversifikasi portofolio dengan praktis dan terjangkau.


Menurut Claudia Kolonas, pihaknya menawarkan beragam produk investasi. Antara lain emas, indeks saham, reksadana, dan aset kripto kepada lebih dari 3 juta penggunanya. Investor pun bisa memulai investasi di Pluang dengan hanya tiga kali klik di ponsel pintar. “Mulanya, Pluang hanya menawarkan emas. Ternyata hingga kini emas masih menjadi instrumen yang paling banyak peminatnya.”


Tidak berhenti di situ, Pluang terus memperkenalkan berbagai kelas aset investasi lainnya. Mulai dari Micro E-Mini Index Futures, mata uang kripto, dan reksadana. Pluang bekerja sama dengan pemain industri. Misalnya untuk aset kripto, dengan Tokocrypto dan Zipmex. Untuk reksadana bermitra dengan berbagai manajer investasi terpercaya.


Menurut Claudia Kolonas, dengan posisi sebagai one stop investment app, Pluang ingin merangkul semua calon pengguna dari beragam profil risiko. Ia mendata, mayoritas user Pluang, masih memilih emas sebagai portofolio. Untuk S&P 500, aset kripto, dan reksadana dapat dibilang kelas aset yang baru saja booming. Pluang tergolong baru dalam mengenalkan reksadana.


Khusus untuk emas, Pluang melebarkan saluran penjualan emasnya di e-commerce Tokopedia. Tidak usah heran, Pluang merupakan portofolio dari Go Ventures, perusahaan modal ventura milik GoTo Group.


Dengan begitu bisa dikatakan kehadiran Pluang adalah bagian dari integrasi ekosistem grup. VP of Fintech and Payment Tokopedia Vira Widiyasari menjelaskan, beberapa nilai tambah yang bisa dinikmati masyarakat berkat adanya kolaborasi dengan Pluang di Tokopedia Emas.


Misalnya proses beli dan jual emas yang lebih mudah, sehingga bisa diikuti siapa pun. Lalu, bebas biaya tambahan, serta selisih harga jual dan harga beli (spread) yang relatif stabil.


Sejauh ini bisa disebutkan, jumlah investor ritel di Indonesia mencapai 5,82 juta per Juli 2021 yang didominasi generasi milenial. Instrumen investasi yang digunakan antara lain saham, reksadana, emas, hingga komoditas aset digital lainnya.


Claudia Kolonas mengaku pihaknya  mendirikan platfom itu, dengan keyakinan bahwa setiap orang berhak mendapatkan akses terhadap produk-produk investasi yang aman, terjangkau dan mudah dimengerti. Inovasi yang diciptakan menyasar kepada masyarakat luas di tiap tingkatan. Khususnya generasi milenial di Indonesia serta investor pemula.


Selain menawarkan beragam produk aset investasi, Pluang juga giat mengedukasi baik penggunanya dan masyarakat secara umum agar memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan cukup ketika berinvestasi di pasar modal maupun pasar berjangka. Hal tersebut rutin dilaksanakan melalui forum Pluang Talks, Ask Me Anything di grup Telegram Pluang, serta Pluang Blog di https://blog.pluang.com/ dan juga bekerja sama dengan berbagai partner melalui beragam platform yang dapat diakses masyarakat luas.


Sementara itu, Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama JFX, mengatakan, saat ini banyak sekali instrumen investasi di pasar finansial, dengan berbagai inovasi menggunakan teknologi informasi yang bervariasi. Setiap investor ataupun calon investor selalu akan mengharapkan tingkat keamanan dan kenyamanan serta imbal balik maksimal dalam menginvestasikan dananya dalam beragam instrumen investasi yang ada.


Salah satunya adalah Pluang. Saat ini sudah banyak investor dan potensial investor lainnya yang mengenal Pluang. Diharapkan dengan adanya inovasi dari Pluang ini akan dapat meningkatkan literasi kepada seluruh masyarakat akan pentingnya berinvestasi pada instrumen investasi yang memiliki legalitas, investasi dalam instrumen investasi resmi. Ada badan pengawas, keamanan dananya, serta kemudahan dalam penggunaan aplikasi dengan multifungsi.


Sebagai narasumber dalam webinar Fintech Talk itu, tidak hanya Rudy, Claudia, dan Stephanus. Diskusi daring tersebut turut menghadirkan Muhammad Touriq, Direktur Statistik dan Informasi Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan serta Billy Budiman, Head of Equity Succor Asset Management. ***


Author: N A