2024 Belum Tergambar, Capex Astra (ASII) Sudah Terserap Rp35 Triliun per September 2023

EmitenNews.com -Emiten holding dengan berbagai sektor bisnis dari pertambangan, keuangan, kesehatan, marketplace hingga digital, PT Astra International Tbk (ASII) masih belum menganggarkan belanja modal atau capex untuk tahun 2024.
Namun, Presiden Direktur ASII, Djony Bunarto Tjondro mengatakan bahwa perusahaan yang dinahkodainya telah merealisasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp35 triliun hingga kuartal III-2023.
“Sebagian dana tersebut mengalir untuk entitas anak usaha,” ujar Djony Bunarto Tjondro dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Selasa (14/11/2023).
Secara rinci, ASII telah memiliki sejumlah inisiatif dalam alokasi capex, termasuk melakukan penggantian, peremajaan, hingga penambahan alat berat untuk PT United Tractors Tbk (UNTR).
"Capex investasi yang sudah kami spend sampai dengan bulan September cukup besar, yakni Rp34-35 triliun," kata Djony.
Untuk sektor agribisnis, emiten konglomerasi itu mengalokasikan capex melalui PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) untuk pemeliharaan fasilitas infrastruktur perkebunan.
Sementara itu, perseroan fokus membentuk pasar omni-channel demi menarget penjualan baik dari offline maupun online di sektor otomotif.
Sebagaimana diketahui, ASII, melalui entitas anaknya, telah merampungkan akuisisi PT Tokobagus, perusahaan iklan baris digital di tanah air dengan merek OLX. Melalui aksi korporasi ini, ASII memiliki 100 persen saham OLX Classifieds.
Transformasi digital menjadi fokus perseroan saat ini untuk memacu basis pengguna. Aksi korporasi ini juga dinilai merupakan bagian dari upaya berkelanjutan ASII.
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar