2026 Jadi Tahun Transformasi Masif Harta Djaya Karya (MEJA)
IHSG mengalami penguatan. Foto/Rizki EmitenNews
EmitenNews.com -Memasuki awal tahun 2026, PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) berada di ambang transformasi bisnis paling signifikan dalam sejarah perseroan. Dengan katalis pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil dan prospek sektor bisnis yang cerah, MEJA diproyeksikan akan melakukan ekspansi yang jauh lebih masif melalui langkah strategis akuisisi dan penguatan struktur modal.
Transformasi Lewat Akuisisi Strategis Rp1,6 Triliun
Pijakan utama transformasi MEJA di tahun 2026 ini adalah rencana akuisisi saham PT Trimata Coal Perkasa. Berdasarkan perjanjian bersyarat yang telah ditandatangani pada 22 Desember 2025 lalu, pemegang saham pengendali MEJA, PT Triple Berkah Bersama (Triple B), telah menyepakati pengambilalihan 45% saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa dengan nilai fantastis mencapai Rp1,6 triliun.
Langkah ini dipandang sebagai game changer bagi MEJA. Direktur PT Triple Berkah Bersama, Noprian Fadli, menegaskan bahwa akuisisi ini bukan sekadar investasi biasa.
"Rencana akuisisi ini adalah bagian dari komitmen pengendali untuk memperkuat fondasi dan pengembangan usaha MEJA ke depan. Porsi 45% ini telah memenuhi syarat untuk menjadikan MEJA sebagai pemegang saham pengendali baru di PT Trimata Coal Perkasa," ujar Noprian.
Klarifikasi Volatilitas: Fundamental Tetap Solid
Seiring dengan rencana besar tersebut, pasar merespons dengan volatilitas transaksi yang cukup tinggi. Menanggapi hal ini, manajemen MEJA telah memberikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto S, menyatakan bahwa saat ini tidak ada informasi material yang disembunyikan selain dari rencana strategis yang sudah dipublikasikan. Perseroan menegaskan bahwa fluktuasi harga saham sepenuhnya merupakan mekanisme pasar di tengah optimisme investor terhadap masa depan MEJA.
Agenda Besar di Awal 2026
Untuk memuluskan langkah ekspansi tahun ini, MEJA tengah bersiap menjalankan protokol ketat sesuai regulasi pasar modal:
Kepatuhan Regulasi: Memenuhi ketentuan transaksi material sesuai POJK 17/2020
RUPSLB: Dalam waktu dekat, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta restu dari para pemegang saham terkait akuisisi ini.
Realisasi nilai Rp1,6 triliun akan dilakukan melalui beberapa tahapan pembayaran yang terstruktur untuk menjaga rasio keuangan perseroan tetap sehat.
Prospek Sektor Bisnis 2026
Tahun 2026 diprediksi menjadi tahun "panen" bagi emiten yang berani melakukan diversifikasi. Dengan masuknya MEJA ke dalam ekosistem PT Trimata Coal Perkasa, perseroan memiliki peluang besar untuk mendulang keuntungan dari sektor energi yang masih sangat prospektif, sekaligus memperkuat lini bisnis eksistingnya.
Manajemen melihat sinergi antara Triple B dan MEJA akan menciptakan value creation yang tinggi, mengingat tidak adanya hubungan afiliasi sebelumnya antara pihak pengendali dan perusahaan yang diakuisisi, sehingga transaksi ini bersifat murni untuk pertumbuhan nilai perusahaan (growth oriented).
Related News
Grup Bakrie (BNBR) Right Issue 90 Miliar Lembar, Simak Tujuannya
Gerak Monoton, A5-DB Holdings Borong Saham SUPA Rp382,06 Miliar
Grup Bakrie (DEWA) Eksekusi Transaksi Rp10,5 Triliun
Saham RMKE Sentuh ATH, Henan Putihrai Sekuritas Agresif Akumulasi
Manajemen Prima Multi Usaha (PMUI) Sebut GPRM Diminati Investor Global
Disorot BEI, SOCI Ungkap Alasan Harga Sahamnya Terbang





