3 Investor Caplok Private Placement Emiten Milik Usaha Kaesang (PMMP) Rp79,06 M
:
0
EmitenNews.com - PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) berencana melakukan peningkatan modal melalui private placement sebesar Rp 79,06 miliar tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).
Sekretaris Perusahaan Panca Mitra Multiperdana Christian Jonathan Sutanto mengatakan, direksi PMMP telah menetapkan harga pelaksanaan private placement sebesar Rp 336 per saham dengan menerbitkan 235,30 juta saham baru dengan nominal Rp 100 setiap sahamnya.
"Harga pelaksanaan penerbitan saham baru tersebut dalam rangka PMTHMETD telah sesuai terhadap ketentuan Peraturan No. I-A," kata dia, Kamis (4/1).
Christian menyatakan bahwa ada tiga pihak yang akan melakukan penyetoran dana dalam rangka private placement ini. Pihak pertama, PT Udang Investama Kapital, akan menyuntikkan dana sebesar Rp 33,60 miliar untuk memperoleh 100 juta saham. Pihak kedua, PT Leader Berkat Anugrah, akan melakukan private placement dengan jumlah 100 saham senilai Rp 33,60 miliar. Terakhir, PT Kalbut Indah Makmur akan berpartisipasi dalam private placement dengan nilai sekitar Rp 11,86 miliar untuk mendapatkan 35,30 saham. Dengan demikian, PMMP berpotensi mengumpulkan dana segar sejumlah Rp 79,06 miliar, yang nantinya akan digunakan untuk modal kerja setelah dikurangi biaya-biaya emisi.
"Modal kerja yang akan digunakan untuk pembelian bahan baku udang serta bahan baku pelengkap untuk kegiatan produksi PMMP," jelas Christian.
Setelah selesainya pelaksanaan private placement, total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor oleh PMMP meningkat dari 2,35 miliar saham menjadi 2,58 miliar saham. Akibat dari private placement ini, kepemilikan pemegang saham PMMP akan mengalami dilusi. Sebagai contoh, kepemilikan investor publik akan mengalami penyusutan dari 15% menjadi 13,64%. Selain itu, kepemilikan saham Kaesang Pangarep melalui PT Harapan Banga Kita (GK) juga akan terdilusi dari 8% menjadi 7,27%.
Related News
PGAS Catat Laba USD90,45 Juta, Melejit 45,84 Persen Kuartal I 2026
Kinerja Solid Bank Jago (ARTO) Q1 2026, Laba Melonjak 42 Persen
Fitch Sematkan Outlook Negatif untuk BNI (BBNI)
Saham WIFI Resmi Masuk Indeks LQ45 ,IDX 80 dan SMinfra18
EMAS Absen Dividen, Fokus Benahi Manajemen dan Kejar IPO Global
ARGO Bangun Gudang J&T Rp120M, Kantongi Kontrak Jumbo 10 Tahun





