8 Saham Disorot! 7 Loyo, Saham Hapsoro Ngacir Sendiri
:
0
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan Unusual Market Activity (UMA) terhadap delapan saham emiten antara lain PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), dan PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO).
Selain itu, BEI juga mencermati PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL), PT Mahkota Group Tbk (MGRO), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA).
Kepala Divisi Peraturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menegaskan bahwa ketentuan pengawasan tersebut mulai efektif diberlakukan pada Kamis (27/11/2025).
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis Pande,
Emiten-emiten tersebut tercatat bergerak di luar kewajaran, menilik historinya secara bulanan, IRSX melesat 71,93%, MINA melejit 61,29%, DNAR meroket 115,65%, dan YELO naik 66,15%. Sementara itu, PPGL melonjak 43,94%, MGRO naik tipis 1,31%, KIJA justru turun 0,55%, dan GPRA tumbuh 9,45% dalam sebulan terakhir.
Adapun, pascaterbit pengumuman UMA, pada perdagangan Kamis (27/11) tercatat tujuh saham langsung tersungkur. PPGL memimpin koreksi dengan jatuh ke level Auto Rejection Bawah (ARB) di Rp171, turun 10% atau 19 poin. DNAR, yang sebelumnya sempat melejit 20,97% ke Rp300, berbalik ambruk 8,87% atau 74 poin menjadi Rp226. YELO ikut melemah 5,56% atau 6 poin ke Rp102.
Penurunan juga terjadi pada MGRO yang turun 1,29% atau 10 poin ke Rp765, serta GPRA yang turun 60% atau 5 poin ke Rp135. IRSX juga terkoreksi tipis 0,51% atau 2 poin ke Rp390, sedangkan KIJA melemah 0,55% atau 1 poin ke Rp180.
Di sisi lain, satu-satunya saham yang justru menguat adalah MINA milik Happy Hapsoro. Saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) itu melonjak 16% atau 48 poin menuju Rp348, menjadi satu-satunya saham UMA yang bergerak positif di tengah tekanan jual.
Related News
Aksi Ambil Untung Jelang Rapat Dewan Gubernur BI, IHSG Ditutup Melemah
BEI Jalankan Program Liquidity Provider, Ini 5 Saham yang Dikuotasikan
18 Usaha Gadai Ilegal di Bali Dibawa ke Satgas Pasti, Cek Kesalahannya
Oknum Pegawai Gelapkan Dana Umat Gereja Rp28 M, OJK Panggil Bos BNI
BEI Beri Sanksi 204 Emiten, Ada WIKA, KAEF, TINS, MNCN, hingga PADI
Presidensi G20 AS 2026, Gubernur BI Ungkap Tiga Respon Kebijakan





