88 Persen Geotermal Mangkrak, Pemerintah Evaluasi Izin
:
0
Sekitar 88,4 persen dari total potensi panas bumi Indonesia sebesar 23.202,77 megawatt (MW) tercatat belum tergarap.(Foto: Listrik Indonesia)
EmitenNews.com - Sekitar 88,4 persen dari total potensi panas bumi Indonesia sebesar 23.202,77 megawatt (MW) tercatat belum tergarap. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan kapasitas terpasang saat ini baru mencapai 2.776,39 MW atau 11,6 persen. Menanggapi banyaknya proyek yang belum terealisasi, pemerintah mengevaluasi izin dan meminta pengembang segera mengeksekusi konsesi yang dipegang.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan hal tersebut saat membuka The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Ia menyoroti keterlambatan proyek yang kerap dipicu oleh pengajuan penghentian sementara dan perpanjangan izin yang berulang dari pihak pengembang.
"Bagi teman-teman pengusaha yang sudah mendapatkan konsesi harus juga cepat. Jangan konsesinya ditahan. Kalau ditahan itu juga memperlambat," kata Bahlil.
Ia menambahkan, kondisi ini menyebabkan posisi Indonesia tertinggal dalam hal implementasi, meski memiliki cadangan terbesar di dunia.
"Indonesia adalah negara nomor satu di dunia yang mempunyai resource terhadap geotermal. Kita nomor satu, tetapi dalam implementasinya kita itu nomor dua, Amerika masih nomor satu," ujarnya.
Pemerintah menargetkan pembenahan ini untuk mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan energi dan mengurangi ketergantungan pada energi impor.
Untuk mengatasi kendala investasi, pemerintah memangkas regulasi dan menyiapkan insentif perpajakan. Langkah tersebut didukung dengan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2017 serta Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 guna meningkatkan keekonomian proyek yang saat ini berada di kisaran 9,5 sen USD per kilowatt hour (kWh).
Di sisi lain, pemerintah menyerahkan Izin Panas Bumi untuk WKP Gunung Ungaran kepada PT PLN (Persero) dan WKP Telaga Ranu kepada PT Telaga Rano Geothermal. Pemerintah juga menyiapkan penawaran lima WKP baru dan tujuh Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan pada 2026.
Selain sektor ketenagalistrikan, pemanfaatan panas bumi di Indonesia terus didorong ke sektor pemanfaatan langsung, seperti pengeringan kopi di Kamojang, pengolahan gula aren di Lahendong, dan ekstraksi mineral di Dieng.
Pemanfaatan panas bumi juga diarahkan melampaui pembangkitan listrik. Data Kementerian ESDM mencatat penerapannya pada pengeringan kopi di Kamojang, pengolahan gula aren di Lahendong, serta pengembangan ekstraksi mineral dari kegiatan panas bumi di Dieng.(*)
Related News
Mobil Listrik Bermasalah, Kemendag Panggil BYD Indonesia
Transformasi SDM Topang Kinerja, BTN Borong Empat Penghargaan ini
IHSG Cooling Down, Analis Masih Lihat Peluang Rebound
IHSG Merosot 55 Poin, DSSA Rajai Transaksi, Bayan Resources Anjlok
CIMB Niaga Resmikan Lapangan Padel OCTO Arena
IHSG Siang Turun 0,6 Persen ke Level 6.411, Saham Haji Isam Berguguran





