EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memasuki fase cooling down setelah mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta, mengatakan koreksi yang terjadi masih tergolong wajar setelah reli penguatan IHSG. Berdasarkan indikator teknikal, positive crossover pada MA20 dan MA60 masih berlangsung, sementara Stochastics K_D dan RSI turut menunjukkan sinyal positif.

“Secara teknikal, reli penguatan IHSG memasuki fase cooling down setelah terjadi koreksi wajar. Meskipun terjadi koreksi wajar, momentum bullish pada tren pergerakan IHSG masih berlaku,” ujar Nafan, Kamis (20/8).

Di sisi lain, volume perdagangan mulai menunjukkan penguatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang masih mendukung keberlanjutan momentum positif IHSG.

Untuk perdagangan hari ini, Nafan memperkirakan pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen utama. Beberapa di antaranya yakni pergerakan imbal hasil (yield) US Treasury, harga minyak, nilai tukar rupiah, foreign flow, serta respons pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI).

Sebelumnya BI mengumumkan tetap mempertahankan BI Rate di level 5,75% sekaligus menegaskan fokus terhadap stabilitas rupiah dan inflasi. BI juga akan melanjutkan kebijakan untuk menarik modal asing, meningkatkan likuiditas serta memperdalam pasar uang dan valas.

“Keputusan ini dapat dibaca positif karena BI memiliki ruang untuk memprioritaskan stabilitas nilai tukar setelah sebelumnya melakukan kenaikan suku bunga,” tutur Nafan.

Adapun level support IHSG berada di 6.406 dan 6.363, sedangkan resistance berada di 6.554 dan 6.616.

Senada dengan Nafan, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai koreksi IHSG belum serta-merta mengubah struktur tren yang terbentuk. Dalam risetnya, MNC Sekuritas mencatat IHSG terkoreksi 0,86% ke level 6.394 dan disertai munculnya tekanan jual.

Pergerakan indeks juga telah menutup area gap yang sebelumnya terbentuk.