OpenPayd Kejar Valuasi USD1,1 Miliar, Incar Listing Nasdaq
:
0
Perusahaan infrastruktur pembayaran (fintech) asal Inggris, OpenPayd, berada di tahap akhir penyelesaian merger melalui perusahaan akuisisi berpeluang khusus (SPAC) untuk melantai di bursa Nasdaq. (Foto: Crypto Economy)
EmitenNews.com - Perusahaan infrastruktur pembayaran (fintech) asal Inggris, OpenPayd, berada di tahap akhir penyelesaian merger melalui perusahaan akuisisi berpeluang khusus (SPAC) untuk melantai di bursa Nasdaq, Amerika Serikat. Langkah go-public yang menargetkan valuasi sekitar USD1,1 miliar ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Seperti dilaporkan BigGo Finance, peninjauan dokumen oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait merger dengan Titan Acquisition Corp. telah memasuki fase akhir. Pencatatan saham tersebut disiapkan guna mempercepat ekspansi bisnis layanan pembayaran dan stablecoin OpenPayd ke pasar global, termasuk Asia Pasifik.
"Kecuali ada perkembangan eksternal yang signifikan, kami seharusnya dapat menyelesaikan merger dalam tahun ini. Kami berencana untuk menyelesaikan pencatatan di Nasdaq pada akhir tahun ini," ujar CEO OpenPayd Iana Dimitrova dalam wawancara resmi di New York, Minggu (4/10).
Setelah proses akuisisi selesai, saham OpenPayd akan diperdagangkan secara publik di Nasdaq dengan kode saham OP. Kendati demikian, penyelesaian transaksi tersebut masih bergantung pada efektivitas pernyataan pendaftaran serta persetujuan resmi dari para pemegang saham Titan Acquisition Corp.
Suntikan modal dari pencatatan saham publik ini akan dialokasikan untuk memperkuat ekspansi operasional di AS yang ditargetkan meluncur pada April 2027. OpenPayd telah mengakuisisi entitas MSB USA dan mengantongi lisensi pengiriman uang (MTL) di 43 negara bagian AS sebagai basis operasional.
Dimitrova menegaskan bahwa potensi pasar AS sangat besar dalam menjembatani infrastruktur keuangan tradisional dengan jaringan blockchain.
"Hanya sedikit pasar yang memiliki energi dan ambisi sebesar Amerika Serikat. Saya ingin memanfaatkan momentum itu untuk mengembangkan OpenPayd dari kisah sukses Eropa menjadi kisah sukses global," kata Dimitrova.
Langkah korporasi ini mencerminkan tren penguatan regulasi stablecoin dan pembayaran berbasis blockchain di tingkat global. Perkembangan teknologi infrastruktur pembayaran digital lintas batas ini menjadi perhatian para pelaku industri fintech dan pasar aset kripto di Indonesia.(*)
Related News
PLN Gandeng Konsorsium Korea Bangun Stasiun Tukar Baterai EV di Bali
Didik: Penghentian Data Center Jabar Rusak Investasi
CPO, Migas, Hingga AI Sumbang Potensi Rp2,03 T di CAEXPO
Briket Kayu RI Laris di Spanyol, Peluang Bagi Industri Olahan Kayu
Pemerintah Incar Rp10 Triliun Dari Lelang Sukuk Selasa (6/10)
Stok Beras 4,8 Juta Ton, Bapanas Kawal Distribusi di Ritel Modern





