AADI Suntik Pinjaman USD100,8 Juta ke Kaltara Power Indonesia
:
0
Potret alat berat Adaro Andalan Indonesia. Foto: AADI.
EmitenNews.com - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) emiten batu bara grup Adaro itu menggelontorkan fasilitas pinjaman afiliasi senilai USD100,8 juta kepada anak usahanya, PT Kaltara Power Indonesia (KPI). Pinjaman efektif sejak 30 Juni 2026 untuk mendukung belanja modal (Capex) dan operasional proyek.
Plafon USD100,8 Juta, Jatuh Tempo 2033
Manajemen AADI dalam Keterbukaan informasi AADI ke OJK dan BEI tertanggal 2 Juli 2026 menyebut Perjanjian Pinjaman telah ditandatangani kedua belah pihak. Perseroan berkomitmen memberikan plafon pinjaman total USD100.800.000 atau setara Rp1,8 triliun bila mengacu secara bulat asumsi kurs Rp17.900 .
"Perseroan berkomitmen memberikan plafon pinjaman dengan jumlah total mencapai USD100.800.000 atau setara seratus juta delapan ratus ribu Dolar Amerika Serikat," tulis AADI dalam keterbukaan informasi.
Pinjaman ini memiliki tanggal jatuh tempo pada 31 Desember 2033. Suku bunga mengacu pada Term Secured Overnight Financing Rate (Term SOFR) ditambah persentase tertentu per tahun.
Adapun, dana pinjaman dialokasikan khusus untuk kegiatan usaha PT Kaltara Power Indonesia (KPI).
"Fasilitas pinjaman ini dialokasikan secara khusus untuk mendukung kelancaran kegiatan usaha KPI. Dana tersebut nantinya akan digunakan oleh pihak KPI untuk membiayai belanja modal (capex) guna keperluan pengembangan proyek serta kebutuhan operasional lainnya," jelas manajemen.
AADI menilai skema pembiayaan internal lebih efisien bagi KPI dibanding pendanaan pihak ketiga.
"Keputusan Perseroan untuk memberikan pinjaman secara mandiri ini diambil setelah menilai bahwa skema pembiayaan internal jauh lebih efisien bagi KPI jika dibandingkan dengan melakukan pendanaan melalui pihak ketiga," ujar manajemen.
Manajemen AADI menyatakan transaksi ini merupakan Transaksi Afiliasi sesuai POJK No. 42/POJK.04/2020 karena KPI merupakan Perusahaan Terkendali di bawah naungan AADI.
Related News
Saham LUCY Terbebas dari HSC, Tapi Ambruk 10 Hari Beruntun
Insider Buying, Anthony Robert Mathias Akumulasi 1,413 Juta Saham AMMN
Perluas Pasar Internasional, ELPI Dirikan Perusahaan di Singapura
Pasok Kebutuhan EV, PTRO dan Entitas CDIA Teken Kontrak Rp222 Miliar
Emiten Luhut TOBA Kucurkan Fasilitas USD23 Juta ke Electrum
ESIP Tebar Dividen Rp554 Juta, Cum Date 8 Juli





