Abaikan UMA, BEI Gembok Emiten Teknologi Grup Lippo

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI)
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan tiga saham, yaitu PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Grand House Mulia Tbk (HOMI), dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), pada Kamis (12/9/2024).
Sebelumnya pada Rabu (11/9) Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengawasi pergerakan dan pola transaksi pada saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT). Pasalnya terjadi kenaikan yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Saham MLPT mencatat kenaikan yang lebih tinggi lagi, dengan harga melesat 106,30% dalam sepekan dan 112,39% dalam sebulan terakhir.
Kenaikan harga saham yang drastis menjadi alasan utama di balik suspensi ini. Saham FMII melonjak sebesar 134,07% dalam sepekan terakhir, sementara dalam kurun waktu satu bulan, saham ini naik 135,82%.
Kemudia Saham HOMI juga mengalami penguatan sebesar 8,20% dalam sepekan dan melesat 94,12% dalam sebulan terakhir.
Keputusan ini diambil sebagai langkah cooling down setelah lonjakan harga kumulatif yang signifikan pada ketiga saham tersebut.
BEI berharap dengan langkah cooling down ini, para investor dapat lebih berhati-hati dan mempertimbangkan faktor risiko yang ada sebelum melakukan transaksi lebih lanjut.
“Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian perdagangan saham pada tanggal 12 September 2024,” ungkap Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dan Pande Made Kusuma Ari A, Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI dalam pengumuman resmi bursa pada Rabu (11/9).
Related News

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal

Konsumsi Solar Turun 19 Persen Dampak Pembatasan Operasional Truk