ABMM Kebut Produksi Tambang Aceh, Laba Semester I Melonjak 42 Persen
:
0
PT ABM Investama Tbk (ABMM)
EmitenNews.com - PT ABM Investama Tbk (ABMM) mempercepat produksi dari operasi tambang batu bara di Aceh sepanjang semester I-2026 untuk memanfaatkan membaiknya kondisi pasar batu bara. Strategi tersebut menjadi salah satu pendorong utama peningkatan profitabilitas Perseroan di tengah tantangan industri pertambangan.
Hans Manoe , Direktur PT ABM Investama Tbk mengatakan, perseroan berhasil mencatatkan peningkatan profitabilitas pada periode ini yang didorong oleh keberhasilan peningkatan produksi operasi tambang batu bara dan stabilisasi bisnis kontraktor pertambangan.
"Meskipun kondisi industri masih menghadapi berbagai tantangan, harga batu bara yang tetap kondusif memberikan peluang bagi Perseroan untuk memanfaatkan momentum tersebut melalui keunggulan operasional," ujar Hans, dalam keterangannya, dikutip Minggu (2/8/2026).
Perseroan menyebut kenaikan harga batu bara yang dipicu tingginya harga bahan bakar akibat ketegangan geopolitik global memberikan momentum untuk meningkatkan produksi, khususnya pada kuartal II-2026. Langkah tersebut berkontribusi terhadap peningkatan volume penjualan batu bara sekaligus menopang laba bersih Perseroan.
Sepanjang semester I-2026, ABMM membukukan pendapatan konsolidasian yang relatif stabil sebesar US$506,2 juta. Namun, Adjusted EBITDA meningkat 6,4% secara tahunan menjadi USD346,9 juta, sedangkan laba bersih melonjak 41,9% menjadi USD39,9 juta.
Perseroan juga berhasil meningkatkan volume coal getting sebesar 14,2% menjadi 17,9 juta ton, didorong peningkatan produksi di salah satu lokasi tambang di Kalimantan Selatan. Di sisi lain, peningkatan penjualan batu bara juga didukung ramp-up produksi di tambang Aceh selama kuartal II-2026.
Selain memanfaatkan momentum harga batu bara, ABMM tetap menerapkan disiplin pengelolaan biaya sehingga mampu menjaga profitabilitas. Stabilitas bisnis jasa kontraktor pertambangan turut memberikan kontribusi melalui perbaikan berbagai indikator operasional.
Pada lini logistik, anak usaha Perseroan juga memperoleh kontrak jasa logistik jangka panjang dari salah satu pelanggan utama (A-list customer), yang memperkuat keberlanjutan bisnis ke depan.
Memasuki semester II-2026, ABMM memperkirakan peningkatan produksi dari tambang Aceh akan terus berlanjut. Di saat bersamaan, Perseroan tengah menyelesaikan proses perizinan aset tambang batu bara baru di Kalimantan Tengah yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Related News
APLN Agresif Pangkas Utang, Kinerja Semester I Ikut Melonjak
Pendapatan KIJA Susut 11 Persen, Recurring Income Malah Dominan
Laba Emiten Grup Salim (IMAS) Ambles 74,3 Persen di Paruh Pertama 2026
Cimory (CMRY) Toreh Revenue Rp6,46T, Laba Naik 17,8 Persen di Q2-2026
Pendapatan ARKO Susut 6,7 Persen, Laba Bersih Tertahan di Rp36,64M
Emiten Haji Isam (TEBE) Laba Turun 27,5 Persen Sisa Rp19,9M di Q2-2026





