Agar KA Lebih Efisien, BPH Migas Dorong Pemanfaatan BBM Subsidi
:
0
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong pemanfaatan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Penggunaan BBM subsidi oleh KAI terbagi dalam beberapa layanan. Mulai dari kereta penumpang, kereta peti kemas, kereta parsel, kereta semen, hingga kereta klinker. Dok. Info Publik.
EmitenNews.com - Agar sektor perkeretaapian lebih efektif dan efisien, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong pemanfaatan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Penggunaan BBM subsidi oleh KAI terbagi dalam beberapa layanan. Mulai dari kereta penumpang, kereta peti kemas, kereta parsel, kereta semen, hingga kereta klinker.
Dalam keterangannya yang dikutip Minggu (24/8/2025), Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengungkapkan, sesuai tugas dan fungsinya, BPH Migas memiliki amanat untuk melakukan pengaturan serta pengawasan atas penyediaan dan pendistribusian BBM subsidi maupun BBM kompensasi.
"Ini penting mengingat peran vital transportasi kereta api dalam menunjang kegiatan ekonomi masyarakat," kata Kepala BPH Migas Erika Retnowati dalam rapat koordinasi BPH Migas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan tepat volume tahun 2025 di Garut, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025).
Dalam acara itu hadir sejumlah anggota Komite BPH Migas yakni Abdul Halim, Eman Salman Arief, Harya Adityawarman, Iwan Prasetya Adhi, Saleh Abdurrahman, dan Wahyudi Anas, serta Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijady BTP.
Dari PT KAI hadir juga Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha Rafli Yandra dan Direktur Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Atih Nurhayati.
Salah satu yang dibahas adalah menetapkan kuota BBM subsidi untuk konsumen pengguna, termasuk sektor perkeretaapian sebagai transportasi khusus.
Erika Retnowati menyebutkan BPH Migas mengevaluasi pemanfaatan BBM subsidi tersebut sehingga tepat sasaran dan tepat volume.
“Saat ini sudah mendekati triwulan keempat, jadi kami bersama-sama menghitung kebutuhannya. Juga mengevaluasi penyaluran BBM subsidi oleh KAI selama 2024 hingga pertengahan 2025," katanya.
Dari hasil evaluasi, KAI dinilai sudah memanfaatkan BBM subsidi dengan baik. Namun, perlu ada konsolidasi data yang lebih kuat antara BPH Migas dan KAI untuk memastikan jumlah BBM subsidi yang dibutuhkan sesuai kondisi riil di lapangan.
Untuk diketahui, penggunaan BBM subsidi oleh KAI terbagi dalam beberapa layanan, mulai dari kereta penumpang, kereta peti kemas, kereta parsel, kereta semen, hingga kereta klinker.
Related News
Tren Positif Hubungan RI-Rusia, Nilai Perdagangan Capai USD4,8 Miliar
Kecelakaan Bus Maut di Sumsel, Korban Tewas Jadi 19 Orang
Ada Heri Black dalam Kasus Korupsi Bea Cukai yang Ditangani KPK
Siapkan CNG Pengganti LPG, Pemerintah Rumuskan Standar Keselamatan
Stok Beras 5,3 Juta Ton di Gudang Bulog, Anggota DPR Soroti Bahaya Ini
Jakarta Job Fair 2026, Ribuan Loker yang Juga Bisa Diakses Disabilitas





