Akan Ada 2 Calon IPO Baru Diungkap Bos Bursa, Ini Sektornya!
:
0
Potret Gedung Bursa Efek Indonesia dipenuhi cahaya lampu kala malam hari. Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mengantongi 8 perusahaan dalam gelombang pencatatan saham per bulan Juni atau Semester-I 2026 ini. Jumlahnya turun dari 12 perusahaan dari data per 5 Juni 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dikutip Minggu (28/6/2026) menyampaikan data terbaru pipeline antrean Initial Public Offering (IPO).
"Sampai dengan 26 Juni 2026 telah tercatat 1 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp0,30 triliun. Hingga saat ini, terdapat 8 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ujar Nyoman.
Secara keseluruhan, dijelaskan Nyoman bahwa isi dari antrean 8 perusahaan terdiri dari 4 emiten Healthcare, 2 emiten Consumer Non-Cyclicals, 1 emiten Consumer Cyclicals, dan 1 emiten Industrials.
Dari 8 emiten, terdapat 6 emiten yang telah mendapatkan prinsip melantai oleh BEI.
Alhasil, terdapat 2 sisa perusahaan atau calon IPO kali ini yang diperkirakan masih dalam tahap pendaftaran, evaluasi, telaah dokumen, atau proses persetujuan prinsip BEI.
Berdasarkan komposisi sektor, 2 calon ini berasal dari Healthcare dan Consumer Non-Cyclicals.
Sementara 6 emiten lainnya sudah masuk tahap book building. Rinciannya adalah sebagai berikut:
1. PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS): Sektor Consumer Cyclicals. Book building 23-25 Juni 2026 di rentang Rp135 - Rp170 per saham, sebanyak 25.250.000 Lot.
2. PT Bach Multi Global Tbk. (BACH): Sektor Industrials, Syariah. Book building 22-24 Juni 2026 di Rp400 - Rp500, sebanyak 6.150.000 Lot.
Related News
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Devisa
Ada BBCA hingga ASII, BEI Umumkan 5 Saham Short Selling Bulan Oktober
Terapkan Insentif di Tengah BI Rate 5,75% BI Dorong Modal Masuk USD6M
Short Selling Eksklusif Berlaku 1 Oktober 2026 di Sekuritas MG & XC
BEI Sempurnakan Kriteria Papan Pantauan Khusus, Berlaku Mulai Hari Ini
Soal Demutualisasi, BEI Kaji Dua Skema Masuknya Pemegang Saham Baru





