Akhiri 2025, Laba dan Pendapatan BSDE Kompak Melorot
Maket pembangunan kawasan kota mandiri besutan Sinarmas Group. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bumi Serpong Damai (BSDE) menyudahi 2025 dengan tabulasi laba Rp2,54 triliun. Longsor 41,60 persen dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp4,35 triliun. Oleh sebab itu, laba per saham dasar emiten properti Grup Sinarmas tersebut anjlok ke level Rp121,71 dari sebelumnya Rp208,43.
Pendapatan usaha Rp12,78 triliun, merosot 7,32 persen dari akhir 2024 sebesar Rp13,79 triliun. Beban pokok penjualan Rp4,66 triliun, mengalami penciutan dari akhir tahun sebelumnya Rp4,98 triliun. Laba kotor terakumulasi sebesar Rp8,12 triliun, mengalami koreksi dari sebelumnya Rp8,81 triliun.
Beban penjualan Rp1,81 triliun, turun dari Rp1,91 triliun. Beban umum dan administrasi Rp2,37 triliun, bengkak dari Rp2,02 triliun. Beban pajak final Rp489,09 miliar, bengkak dari Rp405,42 miliar. Total beban usaha Rp4,67 triliun, bengkak dari Rp4,34 triliun. Laba usaha Rp3,44 triliun mengalami koreksi dari Rp4,46 triliun.
Pendapatan bunga dan investasi Rp379,88 miliar, susut dari Rp428,12 miliar. Keuntungan dari perubahan nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Rp58,15 miliar, melejit dari Rp35,97 miliar. Keuntungan selisih kurs mata uang asing Rp13,06 miliar, anjlok dari Rp65,2 miliar.
Keuntungan penilaian kembali wajar investasi pada entitas yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas pada tanggal akuisisi Rp12,91 miliar. Dampak pendiskontoan aset dan liabilitas keuangan Rp12,43 miliar, naik dari Rp8,35 miliar. Pendapatan dividen Rp8,22 miliar, naik dari Rp7,31 miliar.
Keuntungan dari akuisisi saham entitas anak Rp4,81 miliar dari Rp1,54 triliun. Keuntungan penjualan aset tetap Rp2,57 miliar, naik dari Rp2,19 miliar. Beban bunga dan keuangan lainnya Rp1,53 triliun, bengkak dari Rp1,41 triliun. Laba tahun berjalan Rp2,85 triliun, turun dari akhir tahun sebelumnya Rp4,91 triliun.
Jumlah ekuitas terkumpul Rp52,66 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya Rp47,31 triliun. Total liabilitas terakumulasi Rp26,59 triliun, mengalami penciutan dari tahun sebelumnya Rp28,7 triliun. Jumlah aset Rp79,26 triliun, mengalami lonjakan dari akhir 2024 senilai Rp76,02 triliun. (*)
Related News
Pendapatan Naik, Laba Lautan Luas Menukik 32,17 Persen
Liqun Investments Caplok KOKA Rp37,19 Miliar
Pendapatan Naik, Laba PGAS 2025 Terpangkas 36,55 Persen
BNBR Right Issue 86,7 Miliar Lembar dengan Rasio 2:1
Drop 67 Persen, ADRO 2025 Raup Laba USD447,69 Juta
Transformasi! Strategi Jababeka (KIJA) Hadapi Deindustrialisasi





