EmitenNews.com - Krakatau Steel (KRAS) kuartal I 2026 akhirnya mencatat laba bersih USD2,58 juta. Melangit 105,5 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi rugi USD46,9 juta. Hasil itu, sekaligus menyudahi rentetan episode negatif periode tahun-tahun sebbelumnya. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar emiten baja milik negara tersebut menjadi USD0,0001 dari sebelumnya minus USD0,0024. 

Hasil itu menunjukkan kinerja perusahaan mulai meningkat. Program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan. Hasil tersebut dipandang sebagai sinyal positif kalau program efisiensi yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan, dan operasional perusahaan.

Buah Efisiensi

Pendapatan usaha USD262,36 juta, melesat 11,75 persen dari posisi sama tahun lalu USD234,76 juta. Beban pokok pendapatan USD224,18 juta, bengkak dari episode sama tahun sebelumnya USD221,8 juta. Laba kotor terkumpul USD38,18 juta, mengalami peningkatan dari USD12,95 juta. 

Beban penjualan USD4,77 juta, susut dari USD5,06 juta. Beban umum dan administrasi USD16,22 juta, turun dari USD18,79 juta. Beban operasi lainnya USD3,62 juta, menciut dari USD4,17 juta. Laba operasi USD13,56 juta, meroket 189,92 persen dari minus USD15,08 juta. Pendapatan keuangan USD534 ribu, turun dari USD886 ribu.

Beban Susut Signifikan

Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menyatakan hasil tersebut merupakan indikator program transformasi perusahaan mulai membuahkan hasil stabil. Meski demikian, disiplin dalam pengelolaan biaya tetap menjadi prioritas utama. “Kinerja kami mulai meningkat bertahap awal tahun ini. Namun, kami tetap memandang bahwa program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam menjaga momentum ini,” tegas Akbar Djohan. 

”Dengan hasil kuartal I 2026 mulai stabil, kami akan tetap menjaga agar selalu konsisten dan bisa berkelanjutan. Dengan demikian Krakatau Steel memiliki fondasi yang tangguh untuk mendukung kemandirian industri baja nasional," imbuh Akbar Djohan.

Ekuitas Melejit

Laba selisih kurs USD15,54 juta, mengalami penyusutan dari USD17,43 juta. Biaya keuangan USD22,59 juta, susut dari USD33,82 juta. Pajak final USD1,07 juta, mengalami pembengkakan dari posisi sama tahun lalu USD425 ribu. Laba periode berjalan USD4,56 juta, melonjak signifikan dari tekor USD45,4 juta.