Akhirnya saham GOTO Masuk Radar UMA BEI Setelah Turun Signifikan
EmitenNews.com — Akhirnya Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan warning kepada para investor untuk memperhatikan secara seksama langkah investasinya di PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) setelah emiten tersebut terus mengalami penurunan harga saham.
Saham GOTO terpantau sejak Senin 11 April 2022 hingga penutupan Jumat 13 Mei 2022 telah turun 49,21 persen atau 188 poin dari Rp382 per saham menjadi Rp194 per saham.
Pada pagi ini GOTO sempat turun hingga ke level Rp182 per saham. Namun, berhasil naik ke level Rp206 atau 6,19 persen setara 12 poin hingga pukul 09:10 WIB.
"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham GOTO yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," kata Lidia M. Panjaitan Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Selasa (17/5/2022).
Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 10 Mei 2022 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (”Bursa”) terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham GOTO tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu para investor diharapkan untuk: Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya.
Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Related News
IHSG dan Hampir Semua Indeks Saham Global Menguat, Cuma Dua yang Minus
Mengenal 4 Persen Rule, Rumus Financial Freedom saat Pensiun
Pertamina NRE Gandeng Suzhou Kembangkan Pembangkit Tenaga Sampah
Februari Berlanjut, Penyaluran Beras SPHP Tak Berjeda
Program S'RASA Antarkan Kecap Indonesia Masuk Pasar Belanda
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua Januari 2026 Naik Lagi





