Perang Makin Brutal, Serok Saham SIDO, JPFA, TAPG, dan ISAT
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup terkoreksi 0,96 persen menjadi 7.939. Sebelumnya, Indeks sempat rebound pada awal sesi, namun kemudian berbalik melemah menembus di bawah level 8.000. Kekhawatiran perang AS/Israel terhadap Iran akan berlangsung lebih lama dari perkiraan mendorong pelemahan indeks.
Selain itu, koreksi pada beberapa saham energi dan pertambangan juga menambah tekanan pada indeks. Kementerian ESDM menetapkan target produksi bijih nikel 2026 sebesar 209.08 juta ton, lebih rendah dibandingkan RKAB 2026 sebesar 260–270 juta ton. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menimbulkan gejolak di pasar energi global.
Negara-negara Asia diperkirakan menghadapi dampak paling besar. Maklum, selat tersebut berfungsi sebagai jalur perdagangan minyak global. Di mana, sekitar 13 juta barel per hari minyak melewati selat tersebut pada 2025, atau mewakili sekitar 31 persen dari seluruh aliran minyak mentah melalui laut.
Penutupan selat tersebut secara berkepanjangan diperkirakan menimbulkan kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut, dapat mendorong kenaikan inflasi, dan berpengaruh terhadap kebijakan moneter bank sentral. Indeks breaklow dari level psikologis 8.000, dan dari MA200.
Pembentukan histogram negatif oleh MACD dan pergerakan Stochastic RSI mengarah ke bawah di area pivot, mengindikasikan penurunan indeks masih berpotensi berlanjut. Kalau support area 7.860 tertembus, diperkirakan indeks menguji support lanjutan di kisaran 7.700-7.800.
Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Japfa Comfeed (JPFA), Indosat Ooredoo (ISAT), Humpuss Maritime (HUMI), Jamu Industri Sido Muncul (SIDO), dan Triputra Agro Persada (TAPG). (*)
Related News
Rawan Koreksi, IHSG Menuju 7.861
IHSG Selasa Anjlok Tinggalkan Level 8.000, Tekanan Jual Masih Dominan
PTPP Perkuat Budaya Integritas Perusahaan
Level 8.000 Sempat Jebol, Laju IHSG Sesi I (3/3) Cenderung Mendatar
Saudi Larang Impor Unggas dan Telur Dari 40 Negara, Termasuk Indonesia
Januari Kunjungan Wisman Naik, Perjalanan Wisnus Turun





