EmitenNews.com -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Hingga pukul 08.59 WIB, IHSG tercatat di level 6.440,597 atau naik 30,942 poin setara 0,48%.

Berdasarkan data RTI Business, nilai transaksi pada pembukaan pagi ini mencapai Rp156,528 miliar dengan volume perdagangan 294,435 juta saham dan frekuensi 39.304 kali. Sebanyak 308 saham menguat, 57 saham melemah, dan 307 saham stagnan.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat menembus Rp11.289,904 triliun. Insan Pasar modal turut menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) diaktifkannya kembali pasar modal modern jatuh pada 10 Agustus 1977 (yang pada tahun 2026 ini genap berusia 49 tahun). 

Penguatan IHSG sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Bursa saham AS ditutup menguat pada Jumat (08/08). Indeks S&P 500 naik 0,6% ke rekor 7.758, Nasdaq menguat 1,3% dan Dow Jones bertambah 152 poin. Penguatan didorong data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari ekspektasi, sehingga meredakan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Nonfarm payrolls turun 23.000 dan tingkat pengangguran turun ke 4,1%.

Dari domestik, Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa turun tipis ke USD 145,3 miliar dari USD 145,6 miliar akibat pembayaran utang pemerintah dan intervensi. Sementara itu harga properti residensial Indonesia naik 0,69% YoY pada Q2 2026, sedikit membaik dari 0,62% pada Q1 2026.

Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji resistance 6.454 pada perdagangan hari ini. Pada Jumat (7/8) IHSG berhasil breakout resistance 6.388 dan ditutup di level 6.409. Jika mampu bertahan, target lanjutan berada di 6.610. Sementara support terdekat ada di 6.324 - 6.260 dengan dynamic support di 5.839.

Di pasar komoditas, harga emas naik di atas USD 4.350/oz, tertinggi dua bulan, ditopang data tenaga kerja AS yang melemah. Dari global, inflasi China melambat ke 0,5% YoY pada Juli 2026 dari 1,0% bulan sebelumnya.

Analis Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini bergerak netral hingga cenderung menguat dengan rentang 6.324 - 6.454.