Lanjut Koreksi, IHSG Jebol Level 6.200
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 1,20 persen menjadi 6.298. Kenaikan harga minyak, penguatan yield US-Treasury, dan pelemahan Rupiah menjadi faktor negatif. Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA5 dan MA100.
Histogram MACD masih bergerak di area negatif, dan Stochastic RSI berada di area oversold. So, sepanjang perdagangan Jumat, 25 September 2026, IHSG diperkirakan kembali menguji level 6.186-6.200. Jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) Indonesia meningkat 8,2 persen YoY menjadi Rp10,448.1 triliun pada Agustus 2026, turun tipis dari Juli 2026 sekitar 8,3 persen YoY.
Perlambatan itu, didorong pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) melambat menjadi 9,0 persen dari 10 persen, sementara pertumbuhan uang kuasi meningkat menjadi 6,5 persen dari 5,6 persen. Laju giro rupiah susut menjadi 7,1 persen dari 10,9 persen, dan tabungan rupiah dapat ditarik sewaktu-waktu naik menjadi 8,9 persen dari 6,8 persen.
Tagihan bersih kepada pemerintah pusat mengalami kontraksi 7,0 persen, berbalik dari pertumbuhan 4,6 persen pada bulan sebelumnya. Peningkatan uang beredar (M2) itu, mencerminkan likuiditas domestik tetap solid dan sehat, terutama ditopang pertumbuhan kredit perbankan ekspansif mencapai 13,3 persen YoY.
Selain itu, pergeseran dana ke tabungan rupiah, peningkatan uang kuasi menunjukkan pelaku ekonomi kini lebih adaptif mengelola likuiditas jangka pendek sekaligus memanfaatkan tingkat suku bunga simpanan kompetitif. Kombinasi pertumbuhan kredit ekspansif, dan likuiditas sehat menjadi sinyal positif saham sektor perbankan besar dan konsumer.
Sementara itu, kenaikan harga minyak berpotensi menjadi faktor positif bagi saham energi. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk menyerap saham Energi Mega (ENRG), Medco Energi (MEDC), Elnusa (ELSA), AKR Corporindo (AKRA), dan Aneka Tamang alias Antam (ANTM). (*)
Related News
Asing Eksodus, IHSG Kembali Tertekan
Tanpa Impor Tambahan, Industri Mamin Dipaksa Hemat Gula
IHSG Uji Area 6.200 di Perdagangan Jumat (25/9)
Gerak IHSG Tergantung Stabilitas Rupiah, dan Modal Asing
Kebut Carbon Offset 9 Juta Kilogram, Generali Indonesia Lakukan ini
Kejutan, Indofood Hadirkan Pop Mie Edisi Spesial Pokemon





