EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir jam perdagangan Senin (10/8/2026) anjlok ke zona merah setelah mencatat penguatan di awal perdagangan. Indeks komposit merosot 44,28 poin atau 0,69% ke 6.365,37.

IHSG sempat mencapai level tertinggi intraday di 6462,73 namun akhirnya jatuh ke level terendah harian pada akhir perdagangan.

Tekanan aksi jual tercermin pada penurunan harga mayoritas saham yaitu 329 saham. Hanya 287 saham yang menguat dan 180 saham lainnya stagnan

Volume perdagangan ramai melibatkan 46,95 miliar saham dengan frekuensi 2,62 juta kali dan total nilai transaksi Rp18,19 triliun.

Transaksi saham Chandra Asri Pacific (TPIA) tercatat paling tinggi Rp1,4 triliun. Namun, harga sahamnya anjlok 4,93% ke Rp2.120. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) cetak transaksi terbesar berikutnya Rp1,3 triliun dan harganya menguat 1,03: ke Rp985 per saham.

Dari sisi volume, Bumi Resources (BUMI) tercatat sebagai saham teraktif sebanyak 4,5 miliar saham. Harganya stagnan di 187 per saham. Saham teraktif berikutnya Karya Pacific Energy (IATA) sebanyak 3,5 miliar saham dan harga melesat 12,17% ke Rp129 per saham.

Di jajaran LQ45, Essa Industries (ESSA) memimpin dengan penguatan 7,87% ke Rp685 per saham, disusul Merdeka Copper and Gold (MDKA) naik 3,40% ke Rp3.040, dan Hartadinata Abadi (HRTA) menguat 2,33% ke Rp2.200 per saham.

Sebaliknya, top losers LQ45 hari ini dipimpin Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) yang melemah 4,05% ke Rp710, Barito Pacific (BRPT) melemah 3,63% ke Rp1.360, dan Indika Energy (INDY) turun 3,33% ke Rp2.610 per saham.