EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan emiten Indeks LQ45 mulai memasuki fase pemulihan dan pertumbuhan pada semester II 2026. Optimisme itu didorong oleh meredanya tensi geopolitik global serta berlanjutnya pemulihan fundamental masing-masing emiten.

Senior Analyst BEI, Fikrian Naufal H juga menuturkan sepekan terakhir kinerja indeks LQ45 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data pasar, indeks LQ45 ditutup di posisi 640,294 atau meningkat 3,07% dibandingkan posisi pekan sebelumnya di 621,244.

“Kalau misalkan kit alihat dari sisi geopolitiknya, tensinya secara umum turun. Dan bukan hal yang sulit apabila performa emiten LQ45 bisa tumbuh di semester kedua 2026,” ujar Fikrian dalam Media Connect di Jakarta, Jumat (7/8).

Di sisi lain, ia juga mengatakan bahwa pasar masih menanti keputusan terkait rebalancing indeks oleh MSCI.

“Karena memang dalam pengumuman terakhir di bulan Juni, itu, kan kita dapat accessibility review untuk information flow-nya negatif dari sebelumnya positif,” katanya.

Meski begitu, Fikrian menegaskan bahwa BEI bersama SRO dan OJK terus melakukan peningkatan, yakni melalui aksi integrasi reformasi pasar modal.

“Tapi yang jelas adalah ke depan, kita senantias berkolaborasi sesama SRO dan juga OJK untuk senantiasa melakukan terus dan update terkait dengan empat aksi reformasi yang sudah kita lakukan,” tuturnya.