Aksi Jual Belum Reda, IHSG Kembali Tertekan
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin merosot 0,11 persen menjadi 7.222. Itu akibat aksi profit taking pasca-penguatan signifikan hari sebelumnya. Selain itu, ex date dividen Telkom (TLKM) berkontribusi terhadap koreksi indeks.
Data penjualan sepeda motor Indonesia Mei 2025 turun 0,1 persen YoY dibanding periode April 2025 melejit 3 persen YoY. Namun, penjualan Mei 2025 tumbuh 24,3 persen MoM dibanding April 2025 susut 24,9 persen MoM. Secara teknikal, indeks mampu bertahan di atas level MA200 sekitar 7.132.
Indikator MACD masih berpeluang mengalami golden cross. Namun, histogram volume menunjukkan tekanan jual. Sehingga diperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran level 7.170-7.270. Pasar Amerika Serikat (AS) merilis data PPI Mei 2025 ditaksir 0,2 persen MoM dari April 2025 deflasi 0,5 persen MoM.
Sedang pasar Inggris akan merilis data GDP April 2025 diperkirakan minus 0,1 persen MoM dari edisi Maret 2025 surplus 0,2 persen MoM. Selanjutnya, pasar domestik akan merilis data consumer confidence Mei 2025 diramal naik menjadi 122.2 dari edisi April 2025 di posisi 121.7.
Menilik data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan pelaku pasar untuk mencoba peruntungan pada sejumlah saham berikut. Yaitu, Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS), Pakuwon Jati (PWON), Merdeka Copper Gold (MDKA), Samudera Indonesia (SMDR), dan Sanara Menara (TOWR). (*)
Related News
Kiriman Barang Pekerja Migran Dari Saudi 80-100 Ton Sebulan
Konsumsi Listrik Di SPKLU Melonjak 479 Persen Sepanjang Periode Nataru
Garuda Angkut 1,5 Juta Penumpang Selama Periode Nataru
Pembangunan Pabrik Baterai Mungkinkan RI Produksi Mobil Terjangkau
Platform Digital Bikin UMKM Perempuan Tumbuh Pesat
IHSG dan Hampir Semua Indeks Saham Global Menguat, Cuma Dua yang Minus





