EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot tajam pada perdagangan Senin (19/5/2026). Berdasarkan data RTI Business pukul 12.00 WIB, IHSG turun 202,971 poin atau 3,08% ke level 6.396,268.

Indeks dibuka di 6.599,213, sempat menyentuh level tertinggi 6.635,127, lalu merosot ke level terendah 6.376,343. Dari 814 saham yang diperdagangkan, 611 saham melemah, 96 saham menguat, dan 107 saham stagnan.

Total volume perdagangan mencapai 27,962 miliar saham dengan nilai transaksi Rp15,131 triliun dalam 1.731.057 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat Rp11.160,839 triliun.

Pelemahan ini terjadi di tengah kunjungan sidak Pimpinan DPR RI ke Gedung BEI. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Doni Oskaria, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menggelar rapat tertutup membahas kondisi pasar dan langkah menjaga stabilitas.

Usai rapat, Dasco menegaskan fokus pertemuan ada pada penguatan kepercayaan investor. 

“Kami banyak berdiskusi bagaimana meyakinkan investor global yang akan masuk dan yang sedang di bursa. Juga bagaimana investor retail yang ada terus tumbuh dan berkembang dengan regulasi-regulasi yang bisa meyakinkan dan membuat investor lokal merasa nyaman,” kata Dasco.

Dari sisi fundamental, BEI menyebut kinerja emiten masih solid. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan laba bersih perusahaan tercatat meningkat 21,5%.

“Secara fundamental net income dan net profit itu meningkat 21,5%. Dari sisi fundamental relatif menarik,” ujar Nyoman.

Ia menambahkan, jumlah investor pasar modal sudah mencapai 27 juta, naik 6,5-7 juta sejak awal tahun. Sementara pipeline emiten baru ada 15 perusahaan, sebagian besar kategori papan utama.