EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka bergerak volatil pada perdagangan Selasa (19/5/2026) pagi. Pukul 09.01 WIB, IHSG melemah 19,505 poin atau 0,30% ke level 6.579,735.

Indeks dibuka di 6.599,213, sempat menguat ke level tertinggi harian 6.612,320 sebelum berbalik melemah ke level terendah 6.576,280.

Sebanyak 152 saham turun, sementara 249 saham naik dan 245 saham stagnan. Volume transaksi tercatat 877,547 juta saham dengan nilai perdagangan Rp527,147 miliar.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat Rp11.512,989 triliun.

Analis: IHSG Fluktuatif, BI Diprediksi Hawkish Hold

Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebut IHSG masih berfluktuasi di tengah ekspektasi kebijakan Bank Indonesia jelang RDG besok. Dalam catatannya (19/5/2026), Research Team Mirae Asset mencatat tekanan terhadap rupiah berlanjut hingga mendekati 17.700, sementara IHSG sempat turun hampir 5% ke 6.398 akibat spillover global bond selloff sebelum rebound ke 6.599.

"Menariknya, investor asing mencatatkan net buying di banking bluechips (BBCA, BMRI, BBRI), mengindikasikan selective positioning," tulis Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.

Jelang pengumuman RDG, konsensus memprediksi BI menaikkan BI Rate 25bps menjadi 5% untuk mempertahankan rupiah. Namun Mirae Asset memperkirakan BI akan hold di 4,75%.

"Kami memperkirakan BI akan hold pada 4,75%, karena rate hike memiliki efektivitas terbatas mengingat tekanan rupiah didorong faktor musiman yang mereda Juli-Agustus dan kekhawatiran fiscal sustainability yang tidak teratasi monetary tightening," ujarnya.

Mirae Asset ekspektasi hawkish hold dengan BI mengandalkan agresif FX intervention dan manajemen likuiditas sambil menjaga momentum pertumbuhan. Rupiah dan IHSG dinilai masih rentan jangka pendek dengan potensi foreign outflow berlanjut.